Luhut Pandjaitan Beberkan Nilai Lebih Starlink Masuk RI

Dwi Rachmawati
Selasa, 21 Mei 2024 | 08:15 WIB
(dari kiri) Menkominfo Budi Arie Setiadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta CEO dan Pendiri SpaceX Elon Musk menandatangani kerja sama peresmian Starlink di Puskesmas Sumerta Kelod, Denpasar pada Minggu (19/5/2024). - Bisnis/Harian Noris Saputra
(dari kiri) Menkominfo Budi Arie Setiadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta CEO dan Pendiri SpaceX Elon Musk menandatangani kerja sama peresmian Starlink di Puskesmas Sumerta Kelod, Denpasar pada Minggu (19/5/2024). - Bisnis/Harian Noris Saputra
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG- Internet berbasis satelit milik Elon Musk, Starlink resmi masuk ke Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ungkap dampaknya terhadap pasar layanan internet di dalam negeri.

Menurut Luhut, masuknya Starlink ke Indonesia bakal menciptakan pasar yang bersaing bebas. Dia membantah bahwa layanan internet milik Bos Tesla itu berisiko memonopoli pasar penyedia layanan internet di Indonesia.

"Starlink masuk jadi tidak ada yang monopoli lagi, semua bersaing bebas. Selama ini kan sudah ada yang mengungguli beberapa puluh tahun," ujar Luhut saat ditemui di Kawasan Bali Nusa Dua Convention Center, Senin malam (20/5/2024).

Di sisi lain, Luhut menilai masuknya layanan internet berbasis satelit ke Indonesia justru akan membuat pasar menjadi semakin kompetitif. Para provider bisa berlomba-lomba agar lebih efisien dalam bisnisnya.

"Enggak ada masalah, kita kan harus belajar berani berkompetisi agar efisiensi akibat dari persaingan tadi," tuturnya.

Dia pun mengklaim, tersedianya layanan internet Starlink akan mempermudah pekerjaan hingga ke pelosok negeri karena jangkauan yang begitu luas sampai kepulau-pulau terpencil.

"Saya kira akan memudahkan kita semua dalam pekerjaan," ucapnya.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, Senin (20/5/2024), Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (Idiec) Tesar Sandikapura mengatakan dengan kecepatan layanan yang lebih baik dari satelit milik Bakti dan sateli GEO milik Telkom, Starlink dapat mengambil pasar satelit di Tanah Air.  Adapun pemain satelit saat ini antara lain Telkom, PSN dan Bakti.

Dia menuturkan meski saat ini secara harga layanan terbilang mahal, tetapi jika ada kebutuhan dan skema yang menguntungkan pelanggan, tidak menutup kemungkinan pelanggan Satria-1 beralih ke Starlink.

Penulis : Dwi Rachmawati
Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper