Smartfren (FREN) - XL Axiata (EXCL) Mau Merger, Bagaimana Nasib Karyawan?

Rika Anggraeni
Rabu, 15 Mei 2024 | 18:15 WIB
Karyawan melayani pelanggan di gerai PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) di Jakarta, Senin (18/12/2023). JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani pelanggan di gerai PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) di Jakarta, Senin (18/12/2023). JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana merger PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) memasuki babak baru. Di tengah penggabungan bisnis perusahaan, bagaimana nasib para karyawan?

Diketahui, Axiata Group dan Sinar Mas telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tidak mengikat untuk menjajaki rencana merger antara XL Axiata dan Smartfren dalam rangka menciptakan entitas baru, yakni MergeCo.

Meski demikian, rencana merger ini masih dalam tahap evaluasi awal. Di mana, Axiata dan Sinar Mas memiliki tujuan untuk tetap menjadi pemegang saham pengendali dari MergeCo.

Sementara itu, Bisnis telah mengirimkan pesan kepada XL Axiata dan Smartfren terkait nasib karyawan dari adanya rencana merger. Namun, hingga berita ini tayang, baik EXCL maupun FREN belum memberikan tanggapan.

“Pada saat ini, diskusi yang sedang berlangsung antara para pihak belum menghasilkan kesepakatan atau penyelesaian rencana transaksi [merger XL Axiata dan Smartfren] yang mengikat,” kata Manajemen Axiata Group Berhad dalam keterangan tertulis yang dimuat di keterbukaan informasi, Rabu (15/5/2024).

Adapun, usulan penggabungan usaha antara EXCL-FREN diharapkan dapat menyatukan skala, kompetensi, keuangan dan keahlian telekomunikasi yang mendalam dari Axiata dan skala lokal serta pengetahuan pasar dari Sinar Mas untuk menghasilkan nilai sinergis yang signifikan.

“Kedua pihak diharapkan dapat memberikan pengaruh yang seimbang terhadap arah strategis dan keputusan operasional MergeCo, dengan memanfaatkan kekuatan masing-masing,” terangnya.

Jumlah Karyawan dan Beban Gaji

Merujuk laporan keuangan perusahaan, XL Axiata dan entitas anak memiliki 1.969 karyawan pada kuartal I/2024 dan 1.929 karyawan masing-masing pada kuartal I/2023. Karyawan EXCL meningkat 2,07% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Jika dilihat dari sisi gaji, XL Axiata mencatat pos beban gaji dan kesejahteraan karyawan (termasuk karyawan alih daya)  mencapai Rp357,55 miliar pada Maret 2024 dan Rp331,04 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban gaji yang dipikul XL Axiata naik 8,01% yoy.

Sementara itu, Smartfren belum mempublikasikan laporan keuangan kuartal I/2024. Namun, jika merujuk kuartal IV/2023, jumlah karyawan Smartfren dan entitas anak (tidak diaudit), termasuk karyawan kontrak adalah 2.431 dan 2.807 karyawan masing-masing pada 31 Desember 2023 dan 2022. Artinya, karyawan Smartfren berkurang hingga 376 orang pada tahun lalu.

Sejalan dengan penurunan karyawan, laporan keuangan juga mengungkap bahwa gaji karyawan Smartfren terpantau turun 2,30% yoy atau sekitar Rp20,76 miliar pada tahun lalu.

Tercatat, beban karyawan alias gaji karyawan yang ditanggung emiten telekomunikasi bersandi saham FREN mencapai Rp881,21 miliar pada 31 Desember 2023.

Sedangkan pada periode yang sama 2022, gaji karyawan Smartfren mampu mencapai Rp901,97 miliar. Beban karyawan ini sudah termasuk tenaga alih daya.

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper