SpaceX Pamer Starlink, Kecepatan Unduh Sentuh 17 Mbps di Hape Android

Redaksi
Sabtu, 6 April 2024 | 10:25 WIB
Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa 58 satelit untuk jaringan internet broadband Starlink SpaceX dan tiga satelit pencitraan bumi SkySat diluncurkan di Tanjung Canaveral, Florida. Reuters
Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa 58 satelit untuk jaringan internet broadband Starlink SpaceX dan tiga satelit pencitraan bumi SkySat diluncurkan di Tanjung Canaveral, Florida. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - SpaceX, perusahaan dirgantara luar angkasa milik Elon Musk, telah melakukan uji coba sistem Starlink menggunakan jaringan seluler. Hasilnya menunjukkan starlink mampu memberikan kecepatan unduh hingga 17 Mbps ke smartphone android.

Uji coba ini dilakukan dengan menggunakan ponsel Android Samsung. Dalam uji coba tersebut, satelit Starlink berhasil mencapai kecepatan unduh antara 15,6Mbps hingga 17,2Mbps saat mengirimkan file sebesar 60,3MB.

Melansir dari postingan X milik Musk (5/4/2024), dia mengatakan "SpaceX baru saja mencapai kecepatan pengunduhan puncak 17Mb/s dari satelit langsung ke ponsel Android Samsung yang tanpa modifikasi."

Postingan tersebut menunjukkan bahwa sistem seluler Starlink dari SpaceX dapat menyediakan kecepatan yang mirip dengan 4G LTE, meskipun pada tingkat yang lebih rendah dan dengan tingkat kehilangan paket sebesar 15%.

Perlu diketahui, bahwa kehilangan paket adalah masalah yang terjadi ketika sebagian paket data yang ditransmisikan antara dua atau lebih titik (misalnya, server) di internet atau jaringan seolah-olah hilang atau tidak benar.

Koneksi ini melakukan koreksi otomatis untuk hal ini, namun hal tersebut dapat mengakibatkan penundaan tambahan seperti peningkatan waktu latensi atau masalah lainnya.

Dalam cuitan lanjutan, Musk menyatakan bahwa ini adalah kecepatan puncak dalam pancaran yang mencakup wilayah geografis yang luas dan akan paling bermanfaat di lokasi terpencil dengan tingkat interferensi radio rendah yang biasanya dikaitkan dengan jaringan seluler yang ada.

Menurut ahli astronomi Jonathan McDowell, satelit Starlink seluler saat ini mengorbit Bumi pada jarak 360 kilometer, atau sekitar 200 kilometer di bawah ketinggian operasional akhir mereka. Oleh karena itu, kecepatan unduh puncaknya kemungkinan akan berkurang ketika satelit mencapai orbit yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, hasil uji kecepatan menunjukkan bahwa sistem Starlink seluler SpaceX unggul dalam penyediaan data ke telepon seluler dibandingkan dengan penyedia satelit lainnya. Contohnya Apple yang telah menghadirkan Layanan SOS Darurat berbasis satelit untuk iPhone, layanan tersebut saat ini hanya terbatas pada pengiriman pesan teks.

Saat ini, SpaceX sedang mengembangkan sistem "Direct to Cell" Starlink untuk memungkinkan pengguna tetap terhubung ke internet di area tanpa sinyal seluler. Mereka hanya perlu menggunakan ponsel mereka di tempat yang memiliki pandangan langit yang bersih.

DtC dirancang terutama untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dasar di daerah dengan sinyal seluler yang tidak dapat diandalkan, tidak pasti, atau bahkan tidak ada sama sekali, sehingga kemampuan untuk mencapai kecepatan broadband seluler yang cepat tidak sepenting seperti yang akan terjadi pada jaringan seluler normal. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper