Bakti Putar Otak, Trafik Data Desa di 3T Berpotensi Naik 100% Saat Lebaran

Leo Dwi Jatmiko
Kamis, 4 April 2024 | 16:03 WIB
BTS 4G Bakti aktif di Desa Asotapo, Papua Pegunungan. Warga sekitar memanfaatkan internet untuk belajar dan mengakses berita/BISNIS-Leo Dwi Jatmiko.
BTS 4G Bakti aktif di Desa Asotapo, Papua Pegunungan. Warga sekitar memanfaatkan internet untuk belajar dan mengakses berita/BISNIS-Leo Dwi Jatmiko.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah desa di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) diprediksi bakal mengalami lonjakan trafik data hingga lebih dari 100% saat lebaran 2024. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) memutar otak untuk menghadapi hal tersebut di tengah ketersediaan bandwidht yang terbatas. 

Kepala Divisi Humas dan Sumber Daya Manusia Bakti Kominfo Sudarmanto mengatakan dari analisis data traffic Lebaran pada 2023, secara total terjadi kenaikan rata-rata sebesar 3 persen pada jaringan. 

“Namun terdapat beberapa desa yang mengalami kenaikan yang signifikan yang mencapai di atas 100%. Itulah yang akan menjadi prioritas optimisasi layanan untuk Lebaran tahun ini,” kata Sudarmanto kepada Bisnis, Kamis (4/4/2024). 

Sudarmanto menambahkan selama periode Lebaran 2024, Bakti sudah melakukan persiapan khusus untuk memastikan layanan tetap terjaga dan agar bisa melayani secara maksimal.

Terkait keterbatasan kapasitas, Bakti akan melakukan optimasi dan manajemen bandwidth untuk memaksimalkan kapasitas internet pada infrastruktur yang disediakan. 

Bakti, lanjut Sudarmanto, juga telah melakukan evaluasi terhadap daerah-daerah yang mengalami peningkatan traffic berdasarkan evaluasi data traffic 2023. Peningkatan itu umumnya terjadi di daerah seperti: Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. 

“Terhadap desa-desa yang terindikasi mengalami kenaikan traffic, Bakti akan melakukan optimasi dan manajemen bandwidth untuk memaksimalkan keterbatasan kapasitas internet,” kata Sudarmanto. 

Dia menuturkan bahwa infrastruktur BTS dan akses internet Bakti selama ini turut membantu masyarakat berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat. Hal ini tercermin dalam kenaikan traffic selama masa Ramadan dan Lebaran, menunjukkan bahwa layanan tersebut sangat dibutuhkan.

Pemerataan jaringan komunikasi dalam momentum Lebaran juga sangat dibutuhkan untuk membantu kelancaran transportasi dan akomodasi bagi masyarakat yang menuntut mobilitas di Hari Raya tersebut. 

“Pemerataan jaringan penting karena pada momentum Lebaran, traffic berpindah secara signifikan dari kota-kota besar ke daerah-daerah yang tadinya okupansi bandwidth-nya rendah,” kata Sudarmanto. 

Lebih umum lagi, kata Sudarmanto, pergerakan aktivitas perekonomian masyarakat di daerah 3T menjelang dan selama Lebaran yang melonjak secara signifikan membutuhkan dukungan infrastruktur dan akses telekomunikasi yang memadai.

Kehadiran infrastruktur BAKTI banyak mendukung pergerakan perekonomian desa di daerah 3T. 

Sebelumnya, Bakti menargetkan pembangunan base transceiver station (BTS) akan sepenuhnya selesai pada semester I/2024.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo Fadhilah Mathar mengatakan pembangunan BTS 4G yang belum selesai paling banyak berada di Papua.

“InsyaAllah semester I tahun depan (2024) sudah bisa kami selesaikan,” ujar Indah pada wartawan, Kamis (28/12/2023).

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo meresmikan 4.988 unit base transceiver station (BTS) di Talaud, Sulawesi Utara.

Dengan demikian, hampir semua BTS yang sempat terkena skandal korupsi dan ditargetkan rampung pada 2024, sudah selesai dibangun.

Diketahui, secara total masih ada 630 BTS yang mayoritas berada di Indonesia bagian timur akan diselesaikan menyusul. 

Berdasarkan dokumen yang didapat Bisnis, pembangunan di Provinsi Papua terdapat pada proyek paket 3, paket 4 dan paket 5.

Dalam paket tersebut, area Papua Barat yang menjadi target pembangunan ada 810 titik. Sementara itu untuk Provinsi Papua terdapat di Area 7 dengan 550 titik, Area 8 dengan 944 titik dan  Area 9 dengan 779 titik. 

Adapun jika dihitung secara total maka dari 5.618 titik BTS 4G yang dibangun sebanyak 3.083 titik berada di Papua. 

Sementara itu untuk wilayah Sulawesi total titik yang dibangun BTS 4G tercatat sebanyak 533 titik, Maluku sebanyak 413 titik, Nusa Tenggara sebanyak 479 titik, Kalimantan sebanyak 686 titik dan Sumatra 131 titik

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper