Peneliti Temukan Teknologi AI untuk Bantu Dokter Diagnosis Pasien

Redaksi
Kamis, 21 Maret 2024 | 15:57 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan/doc.Microsoft
Ilustrasi kecerdasan buatan/doc.Microsoft
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah studi mengungkapkan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) Foresight dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan pasien.

Model AI ini termasuk dalam keluarga dengan ChatGPT, namun telah dilatih menggunakan informasi dari catatan elektronik NHS.

Teknologi ini bisa digunakan untuk membantu dokter dalam memantau pasien atau membuat keputusan seputar diagnosis, kata para peneliti. 

Catatan elektronik NHS mengacu pada penyimpanan digital informasi kesehatan pasien, termasuk catatan klinis, diagnosis, obat-obatan, alergi, vaksin, dan hasil tes. 

Catatan ini dirancang untuk memusatkan dan mengintegrasikan informasi pasien, memungkinkan penyedia layanan kesehatan mengakses data yang komprehensif dan terkini kapan pun dan di mana pun mereka membutuhkannya.

Dilansir dari Sky News, Kamis (21/3/2024) teknologi AI ini dikembangkan oleh peneliti dari King’s College London (KCL), University College London (UCL), King’s College Hospital NHS Foundation Trust, dan Guy’s and St Thomas’ NHS Foundation Trust.

Menggunakan data lebih dari 811.000 pasien dari catatan NHS di London dan dataset publik yang tersedia di AS, mereka melatih tiga model Foresight untuk diuji coba.

Model itu diberikan 10 gangguan yang mungkin dialami oleh seorang pasien berikutnya berdasarkan catatan mereka.

Ketika menggunakan data dari NHS, Foresight mampu mengidentifikasi kondisi dengan benar sebanyak 68% sampai 76%. Tingkat akurasi meningkat menjadi 88% ketika menggunakan data AS.

Peneliti di Bidang Informatika Kesehatan dan Biostatistik di KCL, Zeljko Kraljevic, mengembangkan Foresight dan menjadi penulis pertama studi ini.

Dia menyatakan bahwa temuan tersebut, yang diterbitkan dalam The Lancet Digital Health, menunjukkan bahwa alat ini dapat mencapai tingkat presisi yang tinggi dalam memprediksi jalur kesehatan pasien. 

Hal ini menunjukkan bahwa alat tersebut bisa menjadi alat berharga untuk membantu pengambilan keputusan dan memberikan informasi untuk penelitian klinis. 

“Tujuan yang diusulkan dari Foresight bukan untuk memungkinkan pasien mendiagnosis sendiri atau memprediksi masa depan mereka, namun berpotensi digunakan sebagai bantuan oleh dokter untuk memastikan diagnosis tidak terlewatkan atau untuk pemantauan pasien secara terus-menerus untuk prediksi risiko secara real-time." ujarnya.

Profesor Informatika Medis di KCL dan UCL, Richard Dobson menyatakan bahwa ini adalah waktu yang menarik untuk AI dalam bidang kesehatan.

"Untuk mengembangkan alat-alat yang efektif, kita harus memastikan bahwa kita menggunakan data yang sesuai untuk melatih model-model kita dan bergerak menuju tujuan bersama untuk mendukung sistem kesehatan dalam mendukung pasien," ujarnya. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper