Sandiaga Optimistis Industri Gim RI Makin Bergairah dengan Perpres 19/2024

Akbar Evandio
Senin, 18 Maret 2024 | 07:19 WIB
Gamer bertanding dalam sebuah kejuaraan/unsplash
Gamer bertanding dalam sebuah kejuaraan/unsplash
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimistis kehadiran regulasi gim yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No.19/2024 akan meningkatkan gairah industri tersebut sehingga menarik masuk permodalan.

Menurutnya, keberadaan Perpres tentang percepatan pengembangan industri gim nasional ini mengatur agar setiap kementerian dan lembaga yang menaruh perhatian pada industri gim saling bersinergi guna mempercepat perkembangan industri ini.

“Jadi Perpres gim yang hadir sejak 12 Februari itu akan ada diikuti dengan peraturan turunan untuk pelatihan, bantuan pemasaran dan permodalan,” ujarnya kepada Bisnis saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (15/3/2024).

Menurutnya, salah satu kendala untuk membangkitkan gairah industri gim di Tanah Air adalah pendanaan yang seret sehingga berimbas pada efisiensi industri.

Lebih lanjut, Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kabaparekraf) ini mengatakan bahwa selama ini para pelaku di industri terus bergantung pada pendanaan konvensional. Padahal, dia meyakini setiap pemain memang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah sehingga memiliki strategi yang tepat dalam mengembangkan bisnis di bidang tersebut.

“Sehingga sesuai maksud Perpres ini agar pembiayaan berbasis kekayaan intelektual. Kami meyakini potensi dan minat akan meningkat dengan Perpres ini. Pemerintah akan berkolaborasi dengan matching fund kami kemarin berbicara dengan AFC, pendanaan dari development institution lainnya mereka tertarik untuk berinvestasi di ekraf khususnya di bidang gim,” pungkas Sandiaga.

Sebelumnya, Asosiasi Game Indonesia (AGI) meminta kepada pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan para pelaku industri dalam pelaksanaan Perpres gim, agar usaha yang dilakukan efektif dan tidak sia-sia.

Ketua Asosiasi Game Indonesia Cipto Adiguno menilai kehadiran regulasi gim yang tercantum dalam Peraturan Presiden No.19/2024 akan membuat industri gim Indonesia tumbuh lebih cepat dan mendunia.

“Kami harap dalam jangka menengah dan panjang, industri gim lokal dapat tumbuh lebih cepat dan menjadi kekuatan besar tidak hanya di level nasional, namun juga regional dan semakin mendunia,” kata Cipto kepada Bisnis, Rabu (21/2/2024).

Adapun, berdasarkan Perpres No.19/2024, hal-hal yang belum optimal dalam pengembangan gim adalah belum adanya akses pendanaan dan pembiayaan, belum optimalnya akses pasar dan penyelenggaraan gim nasional, serta belum adanya fasilitas pajak bagi pengembang gim dan penerbit gim.

Sementara itu, adapula masalah internal dari industri gim di Indonesia, yakni SDM yang belum mumpuni, pengalaman pengembangan bisnis gim yang masih kurang, hingga minimnya skema beasiswa untuk talenta di sektor gim.

Dikutip dari Perpres No.19/2024, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi pasar potensial untuk industri gim dengan pertumbuhan yang pesat. Berdasarkan data Newzoo tahun 2021, pada tahun 2020 penerimaan industri gim dari Indonesia mencapai US$1,74 miliar atau setara dengan Rp25 triliun.

Oleh karena itu, kalau dikembangkan, industri gim Indonesia bisa menempati peringkat ke-16 pasar gim dunia. Berdasarkan data yang sama, pada 2025 pasar gim di Indonesia diperkirakan bisa mencapai US$2,5 miliar atau setara dengan Rp36 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper