Industri Gim RI Sepi Investor, Disebut Tanda Belum Siap Terima Pendanaan

Crysania Suhartanto
Kamis, 22 Februari 2024 | 19:24 WIB
Pengguna bermain gim COD Mobile di smartphone
Pengguna bermain gim COD Mobile di smartphone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat menilai industri gim di Tanah Air belum siap untuk menerima pendanaan. Ketidakhadiran investor asing terhadap industri gim selama ini menjadi tanda bahwa industri gim Indonesia stagnan. 

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, jika memang ada potensi besar dari industri gim Indonesia, seharusnya pemerintah tidak perlu repot membentuk peraturan untuk menggejot arus investasi.

Investasi akan masuk dengan sendirinya ke perusahaan-perusahaan yang dianggap prospektif oleh investor. 

Namun yang terjadi, menurut Huda, perkembangan industri gim dalam negeri stagnan karena kalah dalam bersaing. Pertumbuhan industri yang stagnan ini kemudian akan merugikan negara. 

“Yang saya khawatirkan adalah ketika memang tidak ada potensi dan pertumbuhannya stagnan, pemerintah akan memaksakan pendanaan ke industri game yang belum siap berkompetisi dengan luar,” ujar Huda kepada Bisnis, Kamis (22/2/2024). 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) No.19/2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.

Berdasarkan dari sumber yang diterima Bisnis, regulasi inipun berisi tentang pembentukan tim percepatan pengembangan industri gim nasional, yang bertugas untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi, dan mengarahkan langkah dan kebijakan untuk penyelesaian permasalahan dan hambatan. 

Adapun dana pengembangan gim nasional akan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), atau investasi dari modal ventura. 

Namun, Huda memprediksi jika dana yang dikucurkan kurang untuk mengembangkan industri ini. Langkah penyehatan industri gim juga diduga membuat BUMN menjadi korban. 

Huda memperkirakan kemungkinan itu dapat terjadi terlebih industri ini dipimpin oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.

“Akibatnya BUMN lagi yang akan “dikorbankan” untuk menutup malu pemerintah. Dan peluang untuk menyuruh BUMN invest ke gim cukup terbuka karena di situ ada Luhut yang memimpin pengembangan industri gim,” ujar Huda.

Adapun dikutip dari Perpres No.19/2024, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi pasar potensial untuk industri gim dengan pertumbuhan yang pesat. Berdasarkan data Newzoo tahun 2021, pada tahun 2020 penerimaan industri gim dari Indonesia mencapai US$1,74 miliar atau setara dengan Rp25 triliun.

Oleh itu, kalau dikembangkan, industri gim Indonesia bisa menempati peringkat ke-16 pasar gim dunia. Diketahui berdasarkan data yang sama, pada 2025 pasar gim di Indonesia diperkirakan bisa mencapai US$2,5 miliar atau setara dengan Rp36 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper