Pemisahan Sistem Elektronik TikTok Tokopedia Hampir Rampung Dinilai Aman

Media Digital
Minggu, 17 Maret 2024 | 15:42 WIB
Ilustrasi TikTok Shop
Ilustrasi TikTok Shop
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar teknologi informasi (IT) menilai proses migrasi sistem elektronik Tiktok dan Tokopedia kini hampir rampung jelang tenggat April mendatang dinilai lebih aman dilakukan secara backend atau di belakang layar ketimbang pindah situs atau aplikasi yang lebih rentan.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi periode waktu dalam masa transisi 4 bulan ini wajar lantaran jika migrasi dilakukan dengan cepat di bawah 3 bulan, nantinya berisiko terjadi pelanggaran data (data breach) dan berpotensi memberi dampak ke pengalaman para pengguna.

“Di teknologi informasi kita mengenal apa yang namanya API atau Application Programming Interface yang sebetulnya lebih aman dari sisi data pengguna, jadi pemisahan sistem di back-end sah-sah saja dan lazim dilakukan,” kata Heru, dihubungi Bisnis.com, Minggu (17/3/2024).

Dalam kesempatan berbeda, Pakar Keamanan Siber dan Forensik Digital Alfons Tanujaya juga mengungkapkan dari sisi keamanan, metode yang digunakan dalam komunikasi antar server TikTok dan Tokopedia harus seamless dan jangan terlalu banyak berpindah situs.

“Jump app sangat berisiko sehingga mudah disusupi Man in The Middle attack. Kalau API lebih aman karena kedua server saling berhubungan langsung tanpa perantara dan jauh lebih sulit dieksploitasi dibandingkan jump app,” ungkapnya.

Alfons juga menambahkan, Tokopedia misalnya, selama ini telah memiliki banyak pengalaman kerja sama misalnya dengan PLN (listrik), PAM (air minum), PBB (pajak).

Sementara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), juga sempat bekerja sama dengan Bluebird, di mana koneksi servernya seamless namun tetap aman sehingga tidak mengganggu kenyamanan konsumen.

Menurutnya hal-hal seperti ini yang patut dijadikan pertimbangan dalam melakukan koneksi antar server dua entitas yang berbeda. Selain sistem yang aman dan operasi yang disiplin, menjalankan standar keamanan ketat seperti ISO 27001, ISO 27701 dan sebagainya juga tidak kalah penting.

Sebagai informasi, Kemendag memberikan waktu bagi TikTok dan Tokopedia untuk melakukan proses migrasi sistem elektronik selama 4 bulan terhitung sejak 12 Desember 2023. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan dalam Permendag Nomor 31 tahun 2023 yang menegaskan adanya penyatuan media sosial dan ecommerce.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan (Kemendag) membenarkan langkah migrasi TikTok dengan Tokopedia secara di balik layar atau backend.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim mengatakan migrasi secara backend oleh TikTok dan Tokopedia sudah sesuai. Berdasarkan hasil pantauan terakhir, secara keseluruhan dalam sistem elektronik sudah beralih dikelola oleh PT Tokopedia dengan nama Shop Tokopedia

Dia memastikan bahwa TikTok sudah tidak menyediakan fitur belanja online, sebab transaksi seluruh dikendalikan oleh Tokopedia.

Meskipun secara tampilan terlihat tidak banyak perubahan di depan layar ponsel pengguna. Dia menganalogikan sistem backend yang diadopsi pada fitur transaksi Shop Tokopedia dalam aplikasi TikTok sebagai sebuah poin berisikan link dalam sebuah paparan.

Meskipun ada ikon keranjang dalam aplikasi media sosial TikTok, namun saat ikon keranjang diklik oleh pengguna maka secara otomatis sistem e-commerce telah beralih ke Tokopedia.

“Keranjang kuning itu link aja bukan dalam satu aplikasi, karena si TikTok Shop dan Tokopedia komitmennya agar pengguna merasa nyaman, itu [migrasi] dibikin senyaman mungkin, hampir tidak ada jeda," ujar Isy, Kamis (14/3/2024).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Media Digital
Editor : Media Digital
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper