Luhut Ungkap Starlink Milik Elon Musk Selangkah Lagi Masuk IKN

Nyoman Ary Wahyudi
Rabu, 7 Februari 2024 | 18:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana investasi Starlink milik Elon Musk di IKN, Jakarta, Rabu (7/2/2024)/Bisnis-Nyoman Ary Wahyudi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana investasi Starlink milik Elon Musk di IKN, Jakarta, Rabu (7/2/2024)/Bisnis-Nyoman Ary Wahyudi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana Starlink, layanan internet via satelit milik Elon Musk, untuk masuk ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Luhut mengaku, pada Jumat (2/2/2024) lalu, dirinya sempat melakukan panggilan telepon dengan Elon Musk untuk menindaklanjuti investasi Starlink di IKN tahun ini. Luhut menyebut, pengurusan persyaratan Starlink untuk berinvestasi di IKN sudah hampir rampung.

“Saya dengan Elon Musk telepon Jumat lalu, kan Starlink mau masuk, saya kira hampir selesai persyaratannya dia akan ke IKN,” kata Luhut saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/2/2024). 

Saat ini, kata Luhut, Starlink masih menunggu penerbitan izin layak operasi atau ILO dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). 

“Begitu [ILO] itu jalan, 5 hari kemudian dia bisa datang ke Indonesia,” kata dia. 

Sementara itu, dia mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengusulkan agar pembukaan Starlink bisa dilakukan di IKN dan dapat dimanfaatkan oleh puskesmas dekat ibu kota negara baru itu nantinya. 

“Presiden minta supaya puskesmas-puskesmas yang tidak terjangkau dengan komunikasi, dengan Starlink ini bisa terjangkau,” tuturnya. 

Adapun, kabar masuknya afliasi bisnis SpaceX ini di IKN sebelumnya diungkapkan oleh US-ASEAN Business Council bernama Taufikurrahman. Dia menyebutkan bahwa SpaceX akan masuk ke Indonesia lewat pembangunan jaringan internet super cepat.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) diketahui menjalin kerja sama dengan Starlink. Kerja sama ini bertujuan memperluas jaringan internet hingga ke pelosok.

Satelit Starlink milik Elon Musk kini mulai melayani sejumlah base transceiver station (BTS) milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), setelah mendapatkan izin operasional lewat hak labuh khusus non geostasioner (NGSO) milik PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). 

Sekadar informasi, izin operasi Starlink di Indonesia tersebut telah diumumkan sejak Juni 2022 lalu. Kala itu, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, izin kepada Starlink diberikan secara tertutup, yakni hanya untuk pelanggan korporat. 

Starlink merupakan bagian dari SpaceX, perusahaan transportasi luar angkasa swasta Amerika Serikat yang didirikan oleh Elon Musk. Menurut laporan Ookla, Starlink mampu menawarkan kecepatan unduh lebih dari 100 megabyte per second (Mbps) di 15 negara. 

Di Amerika Serikat, Starlink menawarkan kecepatan unduh rata-rata 105 Mbps dan kecepatan unggah rata-rata 12 Mbps. Kecepatan tersebut lima hingga enam kali lebih baik daripada rata-rata pesaingnya yakni satelit Viasat dan HughesNet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper