Sektor Startup Incaran 2024: Akuakultur, Agrikultur, Healthtech, dan Iklim

Crysania Suhartanto
Jumat, 26 Januari 2024 | 00:40 WIB
Ilustrasi Startup. Bisnis/Arief Hermawan P
Ilustrasi Startup. Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan investasi B Capital Group melihat sektor perusahaan rintisan (startup) yang menarik pada 2024 adalah akuakultur. 

Founding General Partner B Capital Group Kabir Narang mengakui pada 2024 sektor ini akan menjadi ladang profit yang baik. Menurut Kabir, hal ini sudah terlihat jelas dengan kesuksesan startup akuakultur e-Fishery.

“Saya rasa, budidaya perikanan merupakan sumber keuntungan yang menarik. Hal ini sudah terlihat dengan hal yang dilakukan oleh eFishery. Jadi, kita perlu lebih banyak kisah sukses seperti itu,” ujar Kabir pada paparannya di acara Indonesia PE-VC Summit, Kamis (25/1/2024).

Selain itu, Kabir mengatakan sektor lainnya yang cukup potensial adalah agrikultur atau agritech, kesehatan digital, hingga iklim. Kabir optimistis sektor-sektor ini masih akan laku hingga tiga atau empat tahun ke depan. 

Lebih lanjut, Kabir mengaku 2023 dan semester I/2024 merupakan tahun yang cukup berat bagi startup. Namun, Kabir mengatakan sekitar semester II/2023, akan ada lebih banyak kesempatan yang menarik. 

“Akan ada banyak perusahaan menarik yang terbentuk, tetapi hanya sedikit perusahaan yang berkualitas. Namun, ini akan menjadi peluang yang menarik, terutama pada semester II/2024,” ujar Kabir.

Senada, Partner Monk's Hill Ventures Susli Lie mengatakan dirinya masih optimistis pada tahun 2024. Susli masih melihat lingkungan pendanaan yang lebih baik di tahun ini. 

“Saya optimis, kita akan melihat lingkungan usaha yang lebih baik pada 2024. Dalam hal kualitas kesepakatan, saya rasa kita juga harus mempertimbangkan pembentukan jenis pendanaan baru yang menyasar sektor startup baru,” ujar Susli. 

Lebih lanjut, Susli mengatakan banyaknya aksi efisiensi perusahaan yang terjadi pada 2023 dan awal 2024 ini justru menjadi pelajaran bagi startup lain untuk menjadi lebih berkelanjutan.

Namun, Susli mengatakan setelah startup melewati fase ini, mereka akan menjadi perusahaan yang lebih kuat dan sehat. 

“Kita sudah melihat banyak PHK, tapi kamu juga bisa lihat bahwa ini adalah langkah yang bagus untuk membuat ekosistem yang lebih kuat dan sehat,” ujar Susli. 

Sebagai informasi, berdasarkan laporan Southeast Asia Deal Review 2023 yang dibuat DealstreetAsia dan Rigel Capital, total pendanaan dari modal ventura di Asia Tenggara pada kuartal I/2023 berada di angka US$1,65 miliar atau Rp26,1 triliun (asumsi kurs Rp15.830/US$). 

Angka inipun meningkat pada kuartal II/2023 menjadi US$1,93 miliar atau Rp30,5 triliun. Lalu terus meningkat pada kuartal III/2023 sebesar US2,09 miliar atau Rp33 triliun.

Kemudian, puncak pada 2023 berada pada kuartal IV/2023 yang berada di angka US$2,28 miliar atau Rp36 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper