AC Venture Himpun Rp3,29 Triliun, Pandu Sjahrir Cs Bidik Startup Seperti Ini

Crysania Suhartanto
Selasa, 23 Januari 2024 | 12:00 WIB
(Atas, Ki-Ka)Pandu Sjahrir, Founding Partner; Michael Soerijadji, Founder&Managing Partner (Bawah, Ki-Ka) Adrian Li, Founder&Managing Partner; Helen Wong, Managing Partner/dok. AC Ventures
(Atas, Ki-Ka)Pandu Sjahrir, Founding Partner; Michael Soerijadji, Founder&Managing Partner (Bawah, Ki-Ka) Adrian Li, Founder&Managing Partner; Helen Wong, Managing Partner/dok. AC Ventures
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Modal ventura tahap awal asal Indonesia AC Venture menyelesaikan pendanaan putaran kelima dan kembali mendapatkan suntikan dana sebesar US$210 juta atau sekitar Rp3,29 triliun. 

Dana ini akan digunakan untuk membiayai perusahaan-perusahaan rintisan (startup) kendaraan listrik Indonesia Maka Motors, startup pertanian Koltiva, dan beberapa startup lainnya yang belum disebutkan.

“Kami tidak hanya berinvestasi dalam perusahaan dengan potensi keuntungan finansial yang besar, tetapi juga dalam sebuah masa depan di mana kesuksesan ekonomi dan dampak sosial berjalan beriringan," ujar Founder & Managing Partner AC Ventures Adrian Li, dikutip Selasa (23/1/2024).

Selain itu, ACV juga mencari perusahaan yang seimbang antara hasil finansial dan keberlanjutan. Selain itu, perusahaan yang diincar ACV juga tidak hanya berfokus pada tren pasar saat ini. 

Diketahui, penghimpunan dana kelima dari AC Venture (ACV Fund V) ini didukung oleh IFC World Bank bersama beberapa lembaga keuangan dari Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Asia Utara. Adapun sekitar 50% lembaga sudah pernah menyuntikan dana para ronde sebelumnya.

Lebih lanjut, sekitar 90% dari investor ACV Fund V merupakan lembaga-lembaga atau pihak institusional. Namun, memang tidak disebutkan berapa lembaga yang berpartisipasi di ronde pendanaan ini.  

Founding Partner AC Venture Pandu Sjahrir mengatakan penghimpunan dana ini dilakukan setelah melihat lingkungan makro ekonomi dan ekonomi digital Indonesia yang sangat tinggi. Diperkirakan nilai keduanya bisa mencapai US$360 miliar atau sekitar Rp5.640 triliun pada 2030.

“Indonesia menjadi pusat investasi yang dinamis, berkembang pesat di tengah pergeseran ekonomi global. Pertumbuhan ini didorong oleh populasi yang muda dan terus berkembang, kesejahteraan yang terus meningkat, dan pemerintahan yang stabil dan pro-investasi,” ujar Pandu.

Diketahui, ini merupakan kelima kalinya AC Venture melakukan penggalangan dana. Dikutip dari Crunchbase, modal ventura ini sebelumnya pernah disuntikan dananya sebelum 2020 oleh Capria Ventures.

Kemudian, pada Oktober 2020, ACV kembali melakukan penggalangan dana dan mendapatkan suntikan US$80 juta. Penggalangan dana ronde ketiga dilakukan pada Desember 2021 dengan nominal US$205 juta. Investor yang terlibat adalah International Finance Corporation, Disrupt AD, dan ADQ. 

Kemudian, pada Maret 2022, International Finance Corporation kembali menyuntikan dana dengan nominal yang tidak diketahui. Terakhir, penggalangan dana yang dimulai September 2022 dan selesai pada 2024 atau ACV Fund V. Alhasil, secara total ACV sudah mengumpulkan dana sebesar US$575 juta atau sekitar Rp9 triliun. 

Dana inipun sudah digelontorkan untuk membiayai seed funding dari sejumlah perusahaan rintisan, seperti Xendit, Carsome, Shipper, Stockbit, Maka Motors, Rose All Days Cosmetics, Koltiva, Bibit, Ula, Nama Beauty, Reku, Indo Trading, dan lain sebagainya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper