Trafik Data Indosat Melonjak 8,9% saat Nataru, Lebih Rendah dari 2022

Crysania Suhartanto
Rabu, 3 Januari 2024 | 18:35 WIB
Karyawan beraktivitas di gerai PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di gerai PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan lonjakan trafik data harian sebesar 8,9% dari kondisi rata-rata normal pada 31 Desember 2023.

Director & Chief Technology Officer Indosat, Desmond Cheung, mengatakan Indosat telah meningkatkan konektivitas jaringan dengan optimasi pada 434 lokasi prioritas peningkatan kapasitas internet di 527 titik, guna penuhi lonjakan trafik.

“Didukung oleh 172.000 BTS 4G di seluruh Tanah Air, pada sepanjang periode liburan akhir tahun 2023 ini Indosat berhasil mencatatkan kenaikan trafik data harian tertinggi sebesar 8.9% dibandingkan rata-rata periode hari normal,” kata Desmond dalam rilis yang diterima Bisnis, Selasa (3/1/2024).

Kendati demikian, perlu diakui angka ini memang lebih rendah daripada prediksi lonjakan tertinggi yang mencapai 11,5% dan lebih rendah daripada lonjakan trafik 2022 yang sebesar 11,6%.

Menurut Desmond, trafik data yang meningkat dikarenakan banyaknya akses ke platform digital seperti WhatsApp, Instagram, YouTube, Facebook, dan TikTok.

Selain itu, kenaikkan ini juga disebabkan oleh peningkatan masyarakat yang bermain game online. Adapun, game yang kerap dimainkan adalah Mobile Legends, Roblox, Call of Duty, Genshin Impact, dan PUBG.

Adapun, Desmond mengatakan peningkatan trafik data yang signifikan terkonsentrasi di Pulau Jawa, tepatnya Bandung, Banjarnegara, Bogor, Karawang, Kediri, Madiun, Malang, Purwakarta, Purwokerto, Tangerang, Tasikmalaya, dan Tegal.

Selain itu, untuk peningkatan yang ada di luar Jawa, ada di sejumlah kota seperti Balikpapan, Bandar Lampung, Bali, Bone, Gowa, Kotabumi, Medan, Metro, Pare-Pare, Pontianak, dan Samarinda.

Desmond mengaku, tren serupa juga ditemukan dalam paket layanan myIM3 dan bima+, karena meningkatnya pembelian paket layanan dan akses ke layanan on-demand.

“Hal serupa juga ditemui pada platform digital Indosat, myIM3 dan bima+, di mana terjadi peningkatan aktivitas pengguna sebesar hampir 1 juta pelanggan dibandingkan rata-rata periode hari normal,” ujar Desmond.

Sebagai informasi, saat ini Indosat merupakan operator telekomunikasi dengan jumlah pelanggan kedua terbesar di Indonesia. Pada kuartal III/2023, jumlah pelanggan Indosat (digabungkan dengan IM3 dan 3) menjadi 99,4 juta pengguna. 

Diketahui, jumlah pelanggan Indosat pada 2019 adalah 58,8 juta, kemudian naik ke 60,4 juta pada 2020, 62,3 juta pada 2021, mengalami peningkatan drastis pada 2022 yakni 98,6 juta pelanggan, dan pada kuartal III/2023 menjadi 99,4 juta pelanggan.

Adapun, perlu diketahui pada kuartal I/2023, Indosat merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia. Alhasil, jumlah infrastruktur dan pelanggan mereka menjadi satu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper