Peran Chatbot AI Dibatasi dalam Pemilu AS, Bagaimana Indonesia?

Crysania Suhartanto
Senin, 23 Oktober 2023 | 03:00 WIB
Warga menunjukan aplikasi ChatGPT di Jakarta, Jumat (10/2/2023). Bisnis/Abdurachman
Warga menunjukan aplikasi ChatGPT di Jakarta, Jumat (10/2/2023). Bisnis/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Inflection AI, tengah membatasi peran chatbot AI dalam pemilu termasuk dalam pemilihan presiden AS.

Salah satu pendiri Inflection — sekaligus pendiri AI Google — Mustafa Suleyman mengatakan chatbot perusahaan tidak diizinkan untuk mengadvokasi kandidat politik manapun. 

“Itu penting bagi demokrasi kita,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg, Senin (23/10/2023).

Suleyman mengungkapkan perusahaan juga tengah berdiskusi dengan startup lainnya menjelang pemilihan presiden AS pada 2024. Pihaknya berharap para perusahaan untuk mencegah chatbot mereka dari merekomendasikan kandidat tertentu.

“Ini sangat kontroversial dan perusahaan [chatbot AI] mungkin salah, jadi peran kami adalah mundur dari hal itu,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya sempat ada survei dari Axios Morning Consult yang menemukan separuh masyarakat Amerika memperkirakan misinformasi dari AI bisa berdampak kepada perolehan suara pemilu Amerika 2024.

Lebih lanjut, survei juga mengatakan 2.203 masyarakat Amerika memperkirakan manusia akan kehilangan kendali atas AI dalam 25 tahun ke depan. 

Sejak dirilisnya ChatGPT OpenAI pada akhir 2022, dari Google, seperti Inflection AI dan Anthropic, semuanya mampu menjawab pertanyaan, merangkum teks, dan melakukan tugas lain sebagai respons terhadap pertanyaan yang dilayangkan pengguna.

Adapun, Inflection AI dan Anthropic juga sudah kerap membatasi kemampuan dari AI mereka seperti cara merampok bank.  

Kendati demikian, saat ini hanya ada sedikit aturan yang membatasi kinerja AI. Lalu, bagaimana dengan di Indonesia?

Berdasarkan pantauan Bisnis, berdasarkan pertanyaan yang diberikan kepada ChatGPT atau salah satu chatbot AI yang paling digunakan di Indonesia, AI tidak memberitahu pendapatnya terkait pemilu Indonesia pada 2024.

“Maaf, saya tidak memiliki akses ke informasi terbaru atau kemampuan untuk memantau peristiwa saat ini setelah September 2021. Oleh karena itu, saya tidak dapat memberikan informasi tentang hasil pemilihan presiden Indonesia pada tahun 2024. Saya sarankan Anda untuk mencari informasi terbaru di situs web berita terpercaya atau sumber resmi lainnya untuk mengetahui hasil pemilu terkini,” ujar ChatGPT. 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper