CEO eFishery Gibran Huzaifah Masuk Forbes, Fotogenik Pakai Dasi dari Ikan

Afiffah Rahmah Nurdifa
Minggu, 15 Oktober 2023 | 15:08 WIB
CEO & Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah berpose di majalah Forbes/dok. X.com
CEO & Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah berpose di majalah Forbes/dok. X.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- CEO & Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah merayakan dirinya masuk dalam majalah global Forbes dengan cara yang unik. Alih-alih mengenakan pakaian formal ala pengusaha profesional, Gibran menunjukkan tampilan berbeda dengan jas dan dasi ikan gurame yang mencolok.

Pria berusia 33 tahun itu kemudian memamerkan tampilan berbeda dan uniknya melalui akun Twitter @gibranhuzaifah, Minggu (15/10/2023). Adapun, foto dan kisah startup nya ini masuk dalam sampul harian Forbes edisi 14 Oktober 2023 bertajuk "Young Indonesia Entrepreneur Parlays Digital Tool For Fish Breeders Into A Rare Unicorn". 

"Dulu pernah becanda ke temen, "kalo aing masuk Forbes, gak akan berpose pasaran pake jas sama dasi, tapi bakal bawa ikan!" Eh pas kejadian, tetep pose pasaran pake jas, tapi dasinya ikan. Thanks @Forbes for the flattering writing about us!," tulis Gibran. 

Dalam balasan cuitannya, sejumlah rekan memberikan respons jenaka yang ditanggapi candaan oleh Gibran. Dia mengatakan bahwa semula, dirinya ingin menggunakan ikan lele agar lebih tampil simbolik, namun bentuk lele dinilai kurang potogenik. 

Dalam muatan artikel Forbes, seluruh perjalanan hidup Gibran diungkap mulai dari perjuangannya beternak ikan untuk biaya kuliah hingga berdirinya eFisheri yang menjadi perusahaan digital yang melibatkan 300.000 tambak ikan dan mampu berekspansi ke India dan negara lainnya. 

Bukan tanpa alasan, masuknya perjalanan Gibran ke Forbes menjadi bukti keberhasilan dirinya membangun bisnis dari nol dan dari latar belakang yang terbatas. Hingga mampu menuai hasil membanggakan yang dibuktikan dengan status Unicorn yang disandang eFishery sebagai startup bernilai US$1 miliar. 

CEO eFishery Gibran Huzaifah Masuk Forbes, Fotogenik Pakai Dasi dari Ikan

Sepak Terjang Gibran Huzaifah

Alumni Institut Teknologi Bandung pada 2012 itu menjadi sosok dibalik kesuksesan eFishery. Gibran bukan berasal dari keluarga berada. Dia memulai bisnisnya dari kondisi paling bawah ketika untuk membeli makanan pun sulit hingga kelaparan. 

Dia kemudian menemukan tujuannya berkuliah perikanan dan menjajaki dunia entrepreuneurship di sektor agrikultur untuk mengentaskan kelaparan di Indonesia. 

Lantaran ingin hidup mandiri ketika masih duduk di bangku kuliah, Gibran tak segan berjualan donat, menjadi tutor privat, hingga menjadi petugas sebuah minimarket di dekat kampus. 

Kemudian, inspirasi untuk mengembangkan diri datang ketika mengikuti mata kuliah Akuakultur. Momentum ini menjadi langkah awal Gibran berbisnis, dengan  menyewa kolam di daerah Bojongsoang dengan harga yang murah untuk satu tahunnya.

Meski panen pertamanya besar hingga mencapai 130kg, namun dia kesulitan melakukan pemasaran hasil panennya. Akhirnya, Gibran memutuskan untuk menjualnya ke toko, dengan konsekuensi hanya mendapat untung tipis. 

Dari sana, Gibran memutar otan untuk bisa menjual seluruh hasil panen ikannya, salah satunya dengan menelurkan 'Dorri Foods Indonesia' yang mengeluarkan produk hasil olahan lele.  

Tak berhenti dengan satu kolam ikan, dia mengembangkan diri untuk melakukan budidaya ikan hingga saat lulus kuliah di ITB, Gibran sudah memiliki 76 kolam sendiri. 

Setelah memiliki banyak kolam, Gibran terpikirkan untuk mulai usaha perikanan dari hulu ke hilir. Salah satu yang menjadi akar permasalahannya adalah tidak adanya teknologi untuk mengatasi masalah pemberian pakan ikan setiap harinya. 

Gibran kemudian mengeluarkan prototipe pertama dari teknologi pemberi pakan ikan itu, merakitnya di garasi milik temannya yang tak terpakai. Dengan kemampuannya dari kuliah di jurusan Teknologi Hayati ITB, Gibran mulai membangun alat yang bisa menyelesaikan perintah berupa SMS yang kemudian mengaktivasi alat pemberi makan ikan. 

Setelah berbagai percobaan dan kegagalan, teknologi yang berhasil dia ciptakan, eFishery, siap masuk ke pasaran.  eFishery kemudian menjadi Start-Up yang memberikan solusi end-to-end untuk pembudidaya ikan dan udang di Indonesia, mulai dari teknologi smart farming, input, akses pembiayaan, hingga pasar B2B. 

Perusahaan rintisan Gibran ini telah berdampak pada ratusan ribu petani di 28 provinsi dan lebih dari 400 kota/kabupaten di Indonesia. Startup ini saat ini merupakan perusahaan teknologi digital terbesar untuk sektor akuakultur di dunia, membantu lebih dari 100.000 pembudidaya, 300.000 tambak, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 eFisherian.  

eFishery juga menjadi perusahaan pertama di dunia dalam kategori teknologi akuakultur yang mencapai valuasi lebih dari US$1 miliar atau perusahaan Unicorn. 

Gibran juga telah mengantongi beragam penghargaan dari pada 2017 tercatat dalam daftar  Forbes 30 Under 30 Asia, Ernst & Young Entrepreneur of the Year (kategori Inovasi) pada 2018, MIT Tech Review Innovator Under 35 pada 2019, dan Fortune 40 Under 40 Indonesia pada tahun 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper