eFishery, Unicorn Baru Indonesia yang Didanai VC Patrick Walujo

Khadijah Shahnaz Fitra
Senin, 12 Juni 2023 | 18:23 WIB
eFishery/efishery.com
eFishery/efishery.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - eFishery, startup agritech, belum lama saja menyabet status unicorn atau startup dengan valuasi di atas US$1 miliar. Lantas seperti apa bisnis eFishery berjalan dan jejak pendanaan mereka?

Dalam perjalanannya, eFishery terus mendapat pendanaan dari investor, termasuk dari Northstar Group, venture capital yang dipimpin oleh Patrick Walujo

Northstar Group ikut terlibat dalam putaran pendanaan di seri C dan D. Pendanaan Seri D sebesar US$108 juta dikabarkan terjadi belum lama ini. Pendanaan tersebut dipimpin oleh 42XFund dengan investor lainnya adalah Softbank Vision Fund serta Northstar Group.

Kemudian pendanaan seri C terjadi Januari 2022, eFishery menerima dana US$90 juta. Putaran pendanaan saat itu dipimpin oleh Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, dengan partisipasi dari investor lainnya yaitu the Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.

Upaya eFishery untuk tumbuh tidak terbatas pada pendanaan yang dikumpulkan dari investor, pun dari perbankan. Pada Februari 2023, efishery mendapatkan pinjaman bilateral dari OCBC NISP senilai Rp250 miliar sebagai modal.  

eFishery atau PT Multidaya Teknologi Nusantara adalah perusahaan dan merek yang berasal dari Kota Bandung, Jawa Barat. Perusahaan ini menyediakan solusi teknologi pengembangan budidaya ikan untuk kebutuhan para pemilik kolam ikan skala menengah dan besar.

Didirikan pada 2013, eFishery saat ini telah terhubung dengan hampir 100.000 pembudidaya ikan dan udang di seluruh Indonesia, dengan jumlah kolam terhubung ke aplikasi eFishery sebanyak 280.000 kolam di 300-an kota/kabupaten.  

Kolam-kolam yang telah terhubung dengan aplikasi eFishery, akan memudahkan petambak dalam memberi pakan ikan, secara teratur dan tidak berlebihan.  Tidak hanya itu, dengan sensor eFishery juga dapat memantau kualitas air tambak sehingga menghindarkan ternak ikan petambak dari virus dan penyakit, yang berpotensi membuat gagal panen. 

Pada 2021, eFisheri menargetkan dapat ekspansi ke 10 negara dalam waktu 3 tahun. Bekerja sama dengan mitra lokal, eFishery ingin memberi dampak lebih banyak kepada para petambak.

Saat itu, Founder & CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan perusahaan sudah komersial di Thailand, bekerja sama dengan mitra lokal. Thailand dipilih karena secara lokasi tidak terlalu jauh dari Indonesia.

Karakteristik pasar di Thailand juga hampir mirip dengan pasar di Indonesia, yang memudahkan eFishery dalam memperkenalkan produk. Di samping itu, sambungnya, Thailand juga memiliki petambak udang yang banyak.

Adapun saat ini eFishery berada di posisi keempat berdasarkan nilai valuasi dari unikorn di Indonesia. Valuasi eFishery mengalahkan layanan teknologi finansial seperti Ajaib, Xendit hingga dompet digital DANA. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper