eFishery Bidik 1 Juta Kolam Usai Raih Pendanaan Rp3 Triliun

Afiffah Rahmah Nurdifa
Sabtu, 8 Juli 2023 | 09:58 WIB
CEO eFishery Gibran Huzaifah berada di depan kolam milik pembudidaya ikan/Dok. istimewa
CEO eFishery Gibran Huzaifah berada di depan kolam milik pembudidaya ikan/Dok. istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - eFishery, perusahaan akuakultur asal Indonesia, berencana memberdayakan 1 juta kolam hingga 2025. 

Perusahaan rintisan asal Jawa Barat itu baru saja meraih pendanaan Seri D senilai US$ 200 juta (sekitar Rp3 triliun), yang akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi target perusahaan dalam mengembangkan komunitas pembudidaya di Indonesia. 

Co-Founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan perikanan budidaya adalah sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri perikanan global.

Dukungan strategis yang dari para investor akan membantu eFishery merevolusi seluruh industri, melalui integrasi pembudidaya ikan dan petambak udang skala kecil dengan ekosistem eFishery. 

eFishery memiliki ekosistem yang mencakup seluruh rantai pasok (value chain) bisnis budidaya perikanan, mulai dari bibit hingga pembiayaan. 

 “Pendanaan seri D akan digunakan untuk pengembangan komunitas pembudidaya ikan serta petambak udang dari eFishery yang menargetkan lebih dari 1 juta kolam budidaya di Indonesia pada 2025," kata Gibran dikutip, Sabtu (8/7/2023).

eFishery, tambah Gibran, juga akan memanfaatkan pendanaan untuk meningkatkan transaksi pakan ikan dan produk akuakultur segar di platform ini.

 Diketahui, ronde pendanaan seri D ini dipimpin oleh 42XFund - perusahaan manajemen investasi global asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang didukung oleh Kumpulan Wang Persaraan (Diperbadankan) (KWAP) - perusahaan dana pensiun terbesar asal Malaysia, responsAbility (rA) - perusahaan manajemen aset asal Swiss, dan 500 Global. 

Investor awal seperti Northstar, Temasek, dan Softbank juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini. Sementara itu, Goldman Sachs bertindak sebagai penasihat pendanaan secara eksklusif. 

Ekosistem terintegrasi dari eFishery yang meliputi marketplace pakan ikan serta udang, platform penjualan produk ikan dan udang segar secara B2B (Business to Business), serta akses keuangan bagi pembudidaya ikan, telah mendukung lebih dari 70.000 pembudidaya ikan dan petambak udang di lebih dari 280 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. 

Principal 42XFund Iman Adiwibowo mengatakan perseroan percaya dengan visi eFishery dan tertarik untuk menjadi mitra kunci yang memberikan nilai tambah dan berkontribusi bagi pertumbuhan perusahaan. 

“Kami percaya bahwa eFishery dapat terus berkontribusi mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus berperan dalam melestarikan lingkungan di Indonesia, bahkan dunia,” kata Iman. 

Sementara itu Managing Partners 500Global Khailee Ng mengatakan bahwa eFishery terbukti unik dalam hal inovasi model bisnis, yang ditunjukkan dengan pencapaian dalam tiga hal sekaligus yaitu, skalabilitas, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan profitabilitas yang dihasilkan secara konsisten selama bertahun-tahun. 

“Bahkan sebelum menjadi perusahaan dengan valuasi diatas USD 1 juta. Model bisnis inilah yang perlu dihadirkan di Silicon Valley,” kata Khailee. 

Global Head of Sustainable Food Equity untuk responsAbility Investments AG (“rA”) Rik Vyverman mengatakan model bisnis eFishery yang mempersingkat supply chain dapat terus mendisrupsi pasar akuakultur tradisional Indonesia maupun dunia. 

“Target Sustainable Development Goals (SDGs) akan tercapai lebih banyak seiring pertumbuhan perusahaan,” kata Rik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper