Pelemahan Nilai NFT Diduga Akibat Blockchain, Kok Bisa?

Crysania Suhartanto
Senin, 10 Juli 2023 | 19:44 WIB
Pengunjung berada di dekat instalasi seni imersif berjudul Machine Halusinasi – Space: Metaverse saat acara Digital Art Fair Asia yang menampilkan seni digital dan NFT di Hong Kong, China, Minggu (3/10/2021) Bloomberg/Lam Yik
Pengunjung berada di dekat instalasi seni imersif berjudul Machine Halusinasi – Space: Metaverse saat acara Digital Art Fair Asia yang menampilkan seni digital dan NFT di Hong Kong, China, Minggu (3/10/2021) Bloomberg/Lam Yik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kualitas teknologi blockchain yang masih rentan disinyalir menjadi salah satu penyebab nilai Non-Fungible Token atau NFT mengalami perlambatan. Kepercayaan masyarakat akan meningkat jika kualitas blockchain di dalam negeri lebih terjamin. 

Ketua Umum Indonesia Digital Empowering Community (IDIEC), M. Tesar Sandikapura mengatakan sebagai teknologi baru respons masyarakat terhadap NFT masih rendah. 

Masyarakat, lanjutnya, kemungkinan masih ragu dengan NFT yang di belakangnya terdapat teknologi blockchain, yang secara keamanan belum terjamin. 

“Ditambah, teknologi yang ada di belakang ini bitcoin atau blockchain yang masih memiliki banyak kasus. Memang ini tidak berdampak langsung, tetapi masih ada hubungannya,” ujar Tesar, Senin (10/7/2023).

Dengan kondisi tersebut, Tesar pun pesimistis jika masyarakat dapat memilih NFT sebagai salah satu instrumen investasi yang menjanjikan.

Masa depan dari NFT, menurutnya, masih penuh tanda tanya. 

“Jangan-jangan, saya beli di salah satu marketplace ini, beberapa tahun lagi sudah tidak ada platform ataupun teknologinya,” ujar Tesar.

Tesar menuturkan meski terdapat keraguan di masyarakat, aset digital ini masih memiliki masa depan selama memperoleh kepercayaan masyarakat sehingga transaksi di dalamnya dapat berjalan. 

Selain itu, kepercayaan masyarakat juga akan makin tinggi jika NFT sudah memiliki jaminan bahwa aset ini tidak akan hilang, baik dengan sebuah badan ataupun asuransi.

"Jadi kalau selama ini, masih 'belum diterima' dengan lapang dada oleh pihak institusi keuangan, bitcoin atau cryptocurrency itu akan terus meredup," ujar Tesar.

Sebelumnya dikabarkan bahwa tren penjualan NFT terus mengalami penurunan secara tahunan. 

Data IntotheBlock mengungkapkan bahwa NFT sudah merosot lebih dari 100 persen dalam setahun terakhir. NFT bahkan sedang mengalami kinerja terburuk mingguannya sejak Juni 2021, dengan total transaksi mingguan hanya sebanyak 11.600 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper