Geser Shopee, Mayoritas UMKM Indonesia Pakai Tokopedia

Leo Dwi Jatmiko
Senin, 22 Mei 2023 | 17:26 WIB
Pekerja melakukan perawatan videotron yang menampilkan iklan Tokopedia di Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pekerja melakukan perawatan videotron yang menampilkan iklan Tokopedia di Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Penggunaan Internet oleh UMKM dan Korporasi yang dirilis Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa mayoritas UMKM Indonesia menggunakan aplikasi dagang el Tokopedia untuk berjualan. 

Tokopedia berhasil menyalip Shopee, yang pada survei APJII tahun lalu masih menjadi favorit UMKM dalam berjualan. 

Dalam Survei Internet Nasional 2023 yang dirilis oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) diketahui dari 1.000 responden UMKM yang diteliti, hanya 35,26 persen yang menjual produk mereka lewat e-commerce, yang menandakan bahwa peluang e-commerce untuk melayani UMKM masih sangat besar.

Dari jumlah tersebut, mayoritas UMKM mengaku menggunakan Tokopedia (73,73 persen). Disusul kemudian, Lazada (38,81 persen), Shopee (34,33 persen), Blibli (12,54 persen) dan OLX (5,97 persen). Survei APJII memperoleh responden di seluruh Indonesia memilih lebih dari satu jawaban. 

Adapun jika dibandingkan dengan hasil survei APJII pada 2022, terdapat perubahan posisi. Pada Survei APJII 2022, Shopee menempati urutan pertama sebagai e-commerce yang paling sering digunakan UMKM. Sebanyak 39,30 persen UMKM menggunakan Shopee, disusul kemudian Tokopedia (24,38 persen), Lazada (14,93 persen) OLX (5,47 persen) dan Bukalapak (4,98 persen). 

Head of Corporate Affairs Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan perusahaan selalu berupaya mendorong pemerataan ekonomi digital termasuk kepada UMKM. Untuk mewujudkan itu, Tokopedia bekerja sama dengan mitra logistik, yang memiliki peran vital dalam mengantarkan barang dari UMKM kepada pembeli. 

“Seiring dengan perkembangan zaman kebiasaan konsumsi belanja masyarakat berubah. Mereka ingin barang yang dibeli lebih cepat sampai. Kami akhirnya berkolaborasi dengan Gojek pada 2016,” kata Ekhel kepada Bisnis di sela-sela media visit, Senin (22/5/2023). 

Tidak hanya itu, lanjut Ekhel, Tokopedia juga memiliki inisiatif hyperlocal dengan membangun sejumlah gudang yang dapat mendekatkan barang UMKM ke pembeli sehingga barang yang dipesan lebih cepat sampai, tanpa UMKM harus membuka cabang. 

Ekhel berharap dengan demokratisasi akses tersebut dapat menjembatani kebutuhan pelanggan yang ingin barangnya cepat sampai. 

“Transaksi kami sudah terjadi di 99,99 persen Kecamatan di seluruh Indonesia. Persebaran sudah terjadi dan dapat dikaitkan dengan inisiatif hyperlocal,” kata Ekhel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Kahfi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper