Lubang Hitam Berukuran 20 Juta Kali Matahari Menciptakan Jejak Bintang Baru

Arlina Laras
Minggu, 9 April 2023 | 09:52 WIB
Penampakan Lubang Hitam
Penampakan Lubang Hitam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Para ilmuwan menemukan hadirnya jejak bintang baru sepanjang 200.000 tahun cahaya. Kemungkinan objek langit anyar ini merupakan hasil dari aktivitas lubang hitam

Sebagai informasi, lubang hitam besar dapat merobek awan gas di jalur geraknya ketika sedang berpindah dalam kecepatan yang sangat tinggi.

Ketika sebuah lubang hitam supermasif menghisap materi dari bintang atau awan gas di sekitarnya, materi tersebut dipanaskan hingga sangat tinggi dan menghasilkan radiasi yang kuat dalam bentuk sinar-X.

Radiasi sinar-X ini dapat menyebabkan awan gas di sekitarnya menjadi terionisasi, sehingga memicu terbentuknya bintang-bintang baru di dalam awan gas tersebut. Bintang-bintang baru yang terbentuk ini kemudian akan berputar dan bergerak dalam orbit di sekitar lubang hitam.

Jejak bintang baru yang dihasilkan oleh lubang hitam dapat terlihat melalui pengamatan teleskopik dari jarak jauh. Para ilmuwan sering menggunakan jejak ini untuk mempelajari karakteristik lubang hitam dan efek gravitasi mereka terhadap objek-objek di sekitarnya.

Pieter van Dokkum dari Universitas Yale pun menjabarkan apa yang dirinya temukan melalui Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA telah menangkap kejadian ini.

"Kami pikir kami sedang melihat dampak dari lubang hitam di mana gas mendingin dan mampu membentuk bintang,” jelasnya dilansir dari Channel News Asia, Minggu (9/4/2023). 

Para peneliti percaya lubang hitam yang beratnya setara dengan 20 juta matahari ini terbentuk dari dua galaksi yang mungkin bergabung sekitar 50 juta tahun sebelumnya, menyatukan dua lubang hitam supermasif, yang saling berputar secara harmonis.

Akan tetapi, galaksi ketiga bertubrukan dengan lubang hitamnya sendiri, menciptakan kondisi yang tidak stabil dan kacau hingga akhirnya membuat salah satu dari mereka terlontar dengan kecepatan tinggi. Para peneliti mengatakan kecepatan lontaran itu setara dengan kecepatan perjalanan 14 menit dari Bumi ke Bulan. 

Meskipun pengaruh lubang hitam terhadap objek yang jaraknya jauh mungkin tidak langsung terlihat, namun pengamat masih perlu memperhitungkan efek gravitasi lubang hitam terhadap sistem bintang, planet, dan galaksi di sekitarnya.

Di sisi lain, Teleskop Antariksa Romawi Nancy Grace yang diharapkan meluncur akhir dekade ini dapat memberikan para astronom pandangan yang lebih luas tentang alam semesta dan dapat mengarah pada penemuan lebih banyak proses pembentukan bintang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper