Gantikan ChatGPT, Microsoft Beralih ke GPT-4 OpenAI, Apa Itu?

Asahi Asry Larasati
Jumat, 17 Maret 2023 | 06:24 WIB
Warga menunjukan aplikasi ChatGPT di Jakarta, Jumat (10/2/2023). Bisnis/Abdurachman
Warga menunjukan aplikasi ChatGPT di Jakarta, Jumat (10/2/2023). Bisnis/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Startup OpenAI yang didukung Microsoft Corp memulai peluncuran GPT-4, model kecerdasan buatan yang menggantikan teknologi di balik ChatGPT.

GPT-4 bersifat multimodal, yang berarti dapat menghasilkan konten dari permintaan gambar atau teks. Namun, apa perbedaan GPT-4 dan GPT-3.5?

Dilansir dari Reuters pada Kamis (16/3/2023), GPT-3.5 hanya menerima perintah teks, sedangkan versi terbaru dari model bahasa besar juga dapat menggunakan gambar sebagai input untuk mengenali objek dalam gambar dan menganalisisnya.

GPT-3.5 juga terbatas pada sekitar 3.000 kata, sedangkan GPT-4 dapat menghasilkan respons lebih dari 25.000 kata.

GPT-4 82 persen lebih kecil kemungkinannya untuk merespons permintaan konten yang dilarang daripada pendahulunya dan mendapat skor 40 persen lebih tinggi pada tes faktualitas tertentu.

Adapun, GPT-4 memungkinkan pengembang untuk menentukan gaya, nada, dan kata-kata yang digunakan oleh AI. Contoh, GPT-4 dapat mengasumsikan gaya percakapan Sokrates dan merespons pertanyaan dengan pertanyaan. Iterasi sebelumnya dari teknologi ini memiliki nada dan gaya yang tetap.

Pihak OpenAI mengungkapkan nantinya pengguna ChatGPT akan memiliki opsi untuk mengubah nada dan gaya tanggapan chatbot.

Kelebihan GPT-4

Versi terbaru ini telah mengungguli pendahulunya dalam ujian bar Amerika Serikat (AS) dan Graduate Record Examination. GPT-4 juga dapat membantu individu menghitung pajak mereka, seperti yang ditunjukkan oleh presiden OpenAI Greg Brockman.

Demo tersebut menunjukkan GPT-4 dapat mengambil foto mock-up yang digambar tangan untuk situs web sederhana dan membuatnya menjadi nyata. Be My Eyes, sebuah aplikasi yang melayani para tunanetra, akan menyediakan alat sukarelawan virtual yang didukung oleh GPT-4 pada aplikasinya.

Kekurangan dari GPT-4

Pihak OpenAI menjelaskan GPT-4 memiliki keterbatasan yang sama dengan versi sebelumnya dan belummampu dibandingkan manusia dalam banyak skenario dunia nyata.

Respons yang tidak akurat yang dikenal sebagai halusinasi telah menjadi tantangan bagi banyak program AI, tak terkecuali GPT-4. Pihak OpenAI mengatakan GPT-4 dapat menyaingi propagandis manusia di banyak domain, terutama ketika bekerja sama dengan editor manusia. 

Chief Executive Officer (CEO) OpenAI, Sam Altman, mengatakan GPT-4 mampu dan selaras dengan nilai-nilai dan maksud manusia, meskipun masih memiliki kekurangan.

Siapa yang bisa memiliki akses ke GPT-4?

Meskipun GPT-4 dapat memproses input gambar dan teks hanya fitur input teks yang akan tersedia untuk pelanggan ChatGPT Plus dan pengembang perangkat lunak, dengan daftar tunggu, sedangkan kemampuan input gambar belum tersedia untuk umum.

Paket langganan, yang menawarkan waktu respons yang lebih cepat dan akses prioritas ke fitur-fitur baru dan peningkatan, diluncurkan pada bulan Februari dan dikenakan biaya US$ 20 per bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper