PHK Massal GOTO & Induk Shopee dalam 8 Bulan, Ribuan Pegawai Dirumahkan

Denis Riantiza Meilanova
Jumat, 10 Maret 2023 | 20:05 WIB
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga berbelanja secara daring menggunakan e-commerce Tokopedia di Jakarta, Minggu (17/7/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Induk Shopee, Sea Ltd, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) melakukan gelombang baru pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Maret 2023. Kedua raksasa teknologi Asia Tenggara ini mulai mengalihkan fokus untuk pencapaian profitabilitas dibandingkan pertumbuhan.

Mengutip Bloomberg, Jumat (10/3/2023), Sea memangkas kurang dari 500 karyawan pada unit e-commerce Shopee di Indonesia, ungkap seorang sumber yang mengetahui hal ini secara langsung.

Manajemen Shopee Indonesia juga telah mengonfirmasi langkah PHK tersebut, meski tak menyebutkan jumlah pekerja yang terkena PHK. 

"Shopee melakukan langkah penyesuaian sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi operasional," demikian pernyataan manajemen Shopee Indonesia ketika dihubungi Bisnis, Kamis (9/3/2023).

Pada November 2022 lalu, induk Shopee diberitakan telah memangkas sekitar 7.000 pekerjaan sejak Juni 2022 atau sekitar 10 persen dari total karyawannya. Perusahaan tengah berjuang untuk mengurangi kerugian yang membengkak.

Dari jumlah tersebut, menurut sumber Bloomberg, ada sekitar 100 posisi di lini e-commerce Shopee yang dipangkas. 

Menurut orang-orang yang mengetahui masalah layoff di Shopee, gelombang PHK dari peritel online ini telah membuatnya kehilangan hampir 90 persen kapitalisasi pasarnya sejak posisi puncak tahun lalu karena pertanyaan tentang prospek menghasilkan uang di era kenaikan suku bunga dan persaingan yang semakin ketat.

Sementara itu, GOTO juga lagi-lagi melakukan PHK secara massal. Sebanyak 600 karyawan dirumahkan sebagai langkah efisiensi perseroan.

Pengumuman PHK massal tersebut dilakukan oleh manajemen pada sore hari ini, Jumat (10/3/2023), melalui Town Hall meeting.

Juru Bicara GOTO Koesoemohadiani mengatakan, PHK massal ini sebagai bagian langkah pembaruan strategi GOTO agar berkelanjutan, menguntungkan, dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi jutaan orang.

Langkah PHK terbaru GOTO tersebut dilakukan hanya dalam selang waktu sekitar 3 bulan lebih dari upaya efisiensi tahun lalu. Pada 18 November 2022, GOTO mulai memangkas 12 persen karyawannya atau setara dengan sekitar 1.300 karyawan.

Mengacu laporan keuangan, per tanggal 30 Juni 2022, GOTO memiliki 9.630 orang karyawan. Angka itu naik dari posisi 31 Desember 2021 sebanyak 9.044 orang.

Namun, bila dibandingkan dengan posisi per 30 September 2022, jumlah karyawan GOTO kembali naik menjadi 10.541 karyawan tetap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper