Studi Zebra Technologies: Pembeli Lebih Puas Pakai Layanan Non-Tunai dari Ponsel

Restu Wahyuning Asih
Jumat, 9 Desember 2022 | 16:53 WIB
Ilustrasi Layanan Mandiri di kasir perbelanjaan
Ilustrasi Layanan Mandiri di kasir perbelanjaan
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), inovator di garis depan bisnis dengan solusi dan mitra yang menyediakan keunggulan performa, merilis hasil dari studi 15th Annual Global Shopper Study yang mengungkapkan bahwa jumlah konsumen (shopper) yang kembali ke toko kini sudah sama seperti sebelum pandemi.

Para konsumen juga semakin terbiasa menggunakan layanan mandiri karena semakin sering menggunakan teknologi do-it-yourself (DIY) di toko. Oleh karena itu, staf toko kini punya lebih banyak waktu untuk membantu para konsumen.

Survei ini dilakukan antara bulan Juni dan Juli 2022, dengan mengumpulkan masukan dari lebih dari 4.000 pembuat keputusan di industri retail, staf toko, dan konsumen di seluruh dunia, termasuk responden Asia Pasifik dari Australia, China, India, Jepang, dan Selandia Baru.

Hampir 75% konsumen di dunia (68% di Asia Pasifik) mengatakan bahwa inflasi membuat mereka harus menunda pembelian, tapi mereka masih kembali ke toko.

Kebanyakan dari konsumen (76% di dunia, 68% di Asia Pasifik) ingin masuk dan keluar toko secepat mungkin. Mereka juga ingin mewujudkan hal itu karena semakin suka dengan teknologi layanan mandiri.

Penggunaan non-tunai dari smartphone

Secara global, interaksi konsumen dalam berbagai solusi layanan mandiri terus meningkat dengan hampir setengah dari konsumen menyebutkan bahwa mereka sudah pernah menggunakan layanan self-checkout, dan hampir empat dari 10 sudah menggunakan metode pembayaran nontunai.

Tren yang sama terjadi di Asia Pasifik, di mana layanan self-checkout digunakan oleh 47% konsumen, sementara 46% yang disurvei memilih untuk menggunakan metode pembayaran non tunai.

Sebanyak 43% konsumen di dunia (50% di Asia Pasifik) yang disurvei mengatakan lebih memilih membayar dengan perangkat seluler atau smartphone. Kemudian lebih dari setengah (50% di dunia, 48% di Asia Pasifik) lebih memilih layanan self-checkout, sementara yang lebih memilih di kasir yang dilayani staf toko menurun (55% di dunia, 51% di Asia Pasifik).

Pembeli cenderung suka belanja di toko online

7 dari 10 lebih pembeli memilih berbelanja baik di toko maupun secara online, serta lebih memilih pengusaha retail online yang juga punya toko fisik.

Kenyamanan adalah yang paling utama untuk pemenuhan pesanan (fulfillment): kebanyakan konsumen (75% di dunia, 73% di Asia Pasifik) lebih menyukai opsi barang diantar, dan memilih bisnis retail yang menawarkan pengambilan di toko atau curbside pick-up (64% di dunia dan di Asia Pasifik).

Untuk lebih meningkatkan pengalaman berbelanja, lebih dari 8 dari 10 pengusaha retail yang disurvei menargetkan untuk memiliki lebih banyak staf toko untuk membantu pelanggan memilih dan melakukan pemesanan online pada musim liburan 2022.

Ini juga menjawab tantangan lain yang disebutkan oleh tiga perempat pengusaha retail yang disurvei; yaitu meningkatkan efisiensi dalam pemenuhan pesanan pada pemesanan online (78% di dunia, 73% di Asia Pasifik) dan pengeluaran (77% di dunia, 71% di Asia Pasifik).

“Setelah bertahun-tahun menganalisa konsumen, staf toko, dan pengusaha retail, satu hal yang tetap sama – retail terus berevolusi dengan cepat,” ucap Eric Ananda, Country Manager Indonesia Zebra Technologies.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper