Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Studi Talkwalker dan Khoros: Metaverse dan Perdagangan Jadi Tren di Medsos Asia Tenggara

Talkwalker dan Khoros merilis riset mengenai tren yang paling banyak diminati konsumen di media sosial.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 09 November 2022  |  10:48 WIB
Studi Talkwalker dan Khoros: Metaverse dan Perdagangan Jadi Tren di Medsos Asia Tenggara
Riset Talkwalker dan Khoros soal tren di media sosial 2023
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Talkwalker, perusahaan yang bergerak di bidang consumer intelligence dan deep listening, dan Khoros, software dan servis terkemuka yang bergerak di bidang customer engagement berbasis digital, merilis Laporan Social Media Trends 2023.

Laporan Social Media Trends 2023 berjudul from insights to action: how to disrupt a disruptive consumer ini menyoroti tren-tren media sosial yang paling penting untuk diamati di tahun mendatang bagi brand, marketer (pelaku pemasaran), dan ahli PR.

Dengan memanfaatkan kemampuan social listening dan analitik AI dari Talkwalker, diungkap 10 tren media sosial paling berpengaruh di tahun 2023 dan bagaimana konsumen mendorong tren ini di Asia dan di seluruh dunia.

Informasi di balik tren ini didukung keterlibatan sosial (social engagement) spesifik sesuai industrinya yang bisa dilakukan marketer dari tim Layanan Strategis Khoros.

Laporan ini juga menampilkan kontribusi dari 70+ pakar industri dan pemimpin industri di tingkat regional dan global, di antaranya Samit Malkani dari Google SEA and India, Ervin Ha dari YouGov, dan Tom Simpson dari Mobile Marketing Association (MMA) APAC.

Perdagangan melalui media sosial menjadi populer

Pertumbuhan digital pasca pandemi dan naiknya biaya hidup mendorong meningkatnya permintaan produk dan layanan yang harganya lebih terjangkau. Konsumen pun cenderung ingin mencoba saluran-saluran belanja baru seperti media sosial.

Di Asia Tenggara, pandemi mendorong lebih banyak pembelanja online tahun lalu, dengan jumlah perdagangan elektronik (e-commerce) dan perdagangan melalui media sosial mencapai lebih dari 50% dari pembelian online pada tahun 2021, menurut data laporan M&C Saatchi Performance.

Tren ini akan mengalami akselerasi pada tahun 2023 dan seterusnya. Mendukung hal itu, media sosial akan membuat pengalaman berbelanja online semakin mulus.

Serbuan metaverse akan membuahkan hasil

Topik metaverse menjadi tren di kalangan pemirsa Asia Tenggara dengan lebih dari 5,9 juta percakapan yang direkam dari saluran media sosial sepanjang tahun lalu.

Indonesia mencatatkan jumlah mention dan engagement tertinggi di antara negara-negara yang dimonitor, mencapai 60% dari seluruh percakapan, dan sepertiga dari engagement terkait topik ini.

Filipina menempati urutan kedua dengan hampir 24% mention dan 29% engagement di seluruh Asia Tenggara.

Lingkungan akan diprioritaskan

Meningkatnya kesadaran terhadap kenaikan suhu global dan semakin banyaknya konsumen yang menghadapi dampak langsung dari perubahan iklim membuat mereka mengharapkan berbagai brand menjadikan keberlanjutan sebagai prioritas.

Menurut Wunderman Thompson, konsumen di Asia Pasifik telah lebih menyukai brand yang memiliki tanggung jawab lingkungan dibandingkan dengan rata-rata global.

Thailand dan Indonesia adalah pasar terdepan dimana sebagian besar konsumen menuntut pilihan produk yang berkelanjutan, yakni masing-masing sebesar 83% dan 82%.

Untungnya, penelitian Talkwalker mendapati bahwa brand belajar mengucapkan bahasa yang sama dengan konsumennya, karena keduanya semakin sering menggunakan kata kunci yang sama untuk mendorong percakapan mengenai keberlanjutan.

Hal ini mengindikasikan adanya kesamaan visi yang terpadu antara konsumen dan brand, dan menunjukkan bahwa semakin banyak brand bertekad untuk mengintegrasikan praktik berkelanjutan di tahun 2023 untuk membuat perbedaan nyata terhadap situasi ini.

“Para pelaku pemasaran saling kejar-kejaran dengan konsumen akibat perubahan lanskap digital yang sangat cepat,” ucap David Low, CMO, Talkwalker.

Hal tersebut, menurut David, terlihat jelas di kawasan Asia Pasifik yang beberapa negaranya merupakan basis populasi konsumen digital terbesar di dunia.

“Di lingkungan baru ini, para pelaku pemasaran harus fokus membangun hubungan simbiosis melalui pemahaman yang lebih baik mengenai percakapan online dan mengambil aksi lebih cepat. Ini adalah pemahaman baru yang akan membantu brand menciptakan pengalaman berarti dan menjadi semakin dekat dengan konsumen mereka,” lanjutnya.

CMO Khoros Dillon Nugent mengatakan bahwa pelaku pemasaran melihat nilai dari data dan bagaimana pentingnya mendengarkan konsumen. Namun hal tersebut juga harus diimbangi dengan aksi dan wawasan yang lebih efektif.

"Pelaku pemasaran harus memahami tren-tren dan perilaku konsumen secara lebih mendalam untuk mempersonalisasi pengalaman konsumen dan menciptakan strategi yang lebih berdampak," lanjutnya.

Hal tersebut dilakukan untuk memberdayakan brand agar tetap terhubung dengan konsumen dan meningkatkan keberadaannya di pasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tren media sosial perdagangan e-commerce metaverse
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top