Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

VMware Dukung Sektor Bisnis Kembangkan Cloud Cerdas

Dunia bisnis mengalami tantangan yang kompleks mulai dari biaya, keamanan, hingga sumber daya di era multi cloud.
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 16 November 2022  |  02:59 WIB
VMware Dukung Sektor Bisnis Kembangkan Cloud Cerdas
President VMware Sumit Dhawan menyampaikan presentasinya dalam ajang VMware Explore 2022 di Marina Bay Sands Expo and Convention Center Singapura pada Selasa (15/11/2022). (Fajar Sidik - Bisnis)
Bagikan

Bisnis.com, SINGAPURA — Perkembangan digitalisasi di berbagai sektor memacu dunia bisnis untuk mempercepat transformasi teknologi, salah satunya dengan mengadopsi layanan cloud yang kian masif. 

Bahkan ada banyak perusahaan yang menggunakan layanan cloud secara terpisah-pisah di berbagai patform, sehingga menimbulkan kompleksitas tersediri dan membuat aset digital berserakan.

President VMware Sumit Dhawan mengatakan saat ini perusahaan berlomba-lomba untuk menjadi cerdas digital, di mana ada 350.000 proyek aplikasi baru setiap minggunya, dan 85 juta perusahaan menghadapi workload.

Hal itu, sejalan dengan data belanja cloud perusahaan mencapai US$413 miliar, dan belanja IT mencapai US$4,4 triliun pada 2021. Ya saat ini dunia bisnis berlomba memasuki era multi cloud.

Menurutnya, situasi itu membuat dunia bisnis mengalami tantangan yang kompleks mulai dari biaya, keamanan, hingga sumber daya. Muncul juga kesenjangan keahlian SDM developer, aplikasi yang berat, serta masalah operasional yang terfragmentasi sehingga terjebak dalam cloud chaos.

“Melihat tantangan yang kompleks tersebut, Vmware mendorong dunia usaha untuk mengembangkan cloud cerdas,” katanya dalam ajang VMware Explore 2022 di Marina Bay Sands Expo and Convention Center Singapura pada Selasa (15/11/2022).

Fakta lain menunjukkan bahwa berdasarkan hasil survei, hanya 1 dari 5 perusahaan yang masuk kelompok mapan dan memiliki cloud smart, dan sebaliknya mayoritas perusahaan atau 70 persen lebih terjebak dalam kompleksitas dan cloud chaos.

Sementara itu, 63 persen perusahaan mengharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari data yang dimiliki dalam 5 tahun, dan 95 persen perusahaan melihat bahwa integrasi data jadi perhatian utama.

VP & Managing Director Southeast Asia and Korea Paul Simos cloud smart berarti menjadikan perusahaan beroperasi di lingkungan bisnis yang cerdas untuk berinovasi dan menskalakan dengan aman di berbagai lingkungan. 

“Mengadopsi strategi multi cloud sangat penting untuk kesuksesan perusahaan modern, tetapi hanya berada di cloud saja tidak cukup. Organisasi saat ini harus beralih dari cloud first ke fase selanjutnya dari perjalanan multi-cloud mereka menjadi cloud smart," katanya.

Dia menjelaskan entitas bisnis yang cerdas cloud bisa merasakan manfaat dari operasional multi cloud yang makin meningkat. Contohnya, menurut riset Vanson Bourne atas permintaan VMware, bahwa 97 persen organisasi yang menerapkan cloud smart menuturkan bahwa pendekatan ini mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. Sedangkan 96 persen di antaranya merasakan peningkatan profit.

Salah satunya dengan menerapkan cross-cloud yang menghadirkan beragam keuntungan cloud smart, sehingga organisasi bisnis bisa menentukan sendiri layanan cloud yang tepat.  

“VMware mengumumkan penawaran yang fokus dalam membantu pelanggan menjalankan, menerapkan skala, dan melindungi workload perusahaan di lintas private cloud, public cloud, dan edge atau sistem komputasi pada sumber data yang berdekatan,” ujarnya.

Dengan layanan cross-cloud ini menghadirkan keleluasaan, fleksibilitas, dan keamanan yang menghadirkan cara terpadu dan makin simpel dalam membangun, mengoperasikan, mengakses, serta menerapkan keamanan secara lebih baik untuk segala macam aplikasi,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud digital teknologi
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top