Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Moratelindo (MORA) dan Mitsui Bentuk JV Garap Proyek Senilai Rp2,64 Triliun

Moratelindo menggenggam kepemilikan sebesar 51 persen dan Mitsui sebesar 49 persen.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 16 November 2022  |  21:49 WIB
Moratelindo (MORA) dan Mitsui Bentuk JV Garap Proyek Senilai Rp2,64 Triliun
Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) Galumbang Menak didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai due diligence meeting & investor gathering penawaran umum sukuk ijarah berkelanjutan I Moratelindo tahap I tahun 2019 dengan target dana yang akan dihimpun mencapai Rp3 triliun, di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (Moratelindo/MORA) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Mitsui & Co., Ltd. (Mitsui) untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang bergerak di sektor infrastruktur pasif telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi lainnya. 

Lewat perusahaan patungan tersebut, Moratelindo menggenggam kepemilikan sebesar 51 persen dan Mitsui sebesar 49 persen, dengan salah satu nilai proyek yang akan dikerjakan perusahaan gabungan tersebut senilai Rp2,64 triliun.  

Proyek tersebut meliputi pembangunan ducting (tempat meletakan kabel serat optik di bawah tanah) dan menara telekomunikasi sebanyak 860 site di beberapa kota besar di Indonesia.  

MoU tersebut ditandatangani oleh Resi Y Bramani selaku Chief of Strategic Business Officer Moratelindo dan Kazuhiro Azuma selaku General Manager, Fourth Dept., Division I (Asia), Infrastructure Projects Business Unit Mitsui.  

Penandatanganan MoU juga disaksikan oleh Direktur Utama PT Mitsui Indonesia Shinichi Kikuchihara dan Direktur Utama MORA Galumbang Menak.  

Resi menuturkan Moratelindo dan Mitsui akan berkolaborasi dalam hal technical know-how pembangunan infrastruktur pasif telekomunikasi baik dari segi teknis sipil maupun teknis telekomunikasi.  

“Mitsui akan berkontribusi dalam pengaturan pembiayaan dan Moratelindo akan berkontribusi dalam hal relasi-relasi dengan pemerintahan daerah,” kata Resi kepada Bisnis, Rabu (16/11/2022).  

Tidak hanya itu, lanjutnya, para pihak juga saling membuka peluang untuk menjalin kerja sama pengembangan infrastruktur pasif telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia mencakup proyek pembangunan ducting, menara telekomunikasi, pusat data dan kabel optik bawah laut. 

“Nilai investasi yang dibutuhkan dalam salah satu kerja sama pengembangan infrastruktur, yaitu pembangunan ducting dan menara telekomunikasi di beberapa kota di Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp2,64 triliun atau US$ 170 juta,” kata Resi.  

Dia mengatakan kehadiran Mitsui sebagai mitra memberikan dampak positif terhadap Perseroan. Selain dapat memperluas ekspansi bisnis Moratelindo, kolaborasi dengan Mitsui diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari ekosistem layanan telekomunikasi dan digital yang berkelanjutan.

Keduanya berkesempatan mewujudkan kota pintar yang estetis guna menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata dan bersih dari kabel optik yang ada di udara. 

“Selain itu juga untuk mendorong persebaran infrastruktur telekomunikasi kota yang merata serta mengembangkan potensi Pendapatan Asli Daerah [PAD] dari pertumbuhan industri dan jasa telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia,” kata Resi.

Sekadar informasi, Mitsui & Co., Ltd. merupakan suatu perusahaan pengembangan infrastruktur dari berbagai sektor skala internasional yang berkedudukan di Tokyo, Jepang yang telah beroperasi di 63 negara dan regional, dengan total aset sebesar US$ 122,3 milliar per Maret 2022. 

Sementara itu Moratelindo pada Kuartal III/2022 Moratelindo berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,4 triliun naik 13 persen dibandingkan kinerja yang dicapai pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,9 triliun. 

Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp1,7 triliun naik 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp584 miliar naik 17 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top