Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Oppo Kalahkan Samsung! Jadi Vendor Ponsel Nomor 1 di Indonesia

IDC merilis data bahwa Oppo mampu mengalahkan Samsung sebagai vendor ponsel nomor 1 di Indonesia.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 20 September 2022  |  13:16 WIB
Oppo Kalahkan Samsung! Jadi Vendor Ponsel Nomor 1 di Indonesia
Oppo A74 5G
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Oppo berhasil mengalahkan Samsung dalam vendor produsen ponsel pintar atau smartphone di Indonesia versi International Data Corporation (IDC).

IDC merilis Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker dengan menempatkan Oppo, produsen teknologi asal China, naik kembali ke posisi pertama pada kuartal II/2022. 

Alasannya, Oppo terus memperluas portofolio kelas menengahnya (US$200- US$400), segmen ini mencakup 46,9 persen dari total pengiriman Oppo pada kuartal II/2022, dibandingkan dengan 18,1 persen pada kuartal II/2021.

Di segmen menengah, Oppo didukung oleh model A96 dan model-model dari seri Reno 7. Pangsa pasar 5G Oppo meningkat secara signifikan dengan hadirnya seri Reno 7.

Posisi kedua diisi oleh Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan ini memacu pengiriman produk segmen menengahnya dengan merilis berbagai model A dan M baru karena kontribusi segmen tersebut terhadap pengiriman keseluruhan Samsung meningkat dua kali lipat dari kuartal sebelumnya menjadi 23,2 persen. 

Beberapa model seri A dan M baru ditawarkan dalam varian 5G yang turut membantu Samsung dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pangsa 5G.

Vivo kembali mempertahankan posisi ketiga pada kuartal II/2022 dengan pijakan yang kuat di segmen di bawah US$ 200, didukung oleh performa yang baik dari model Y15s dan Y21. 

Selain itu, Vivo juga merilis model Y01 untuk mengisi segmen ultra low end (di bawah US$100), menggantikan model Y1s. Pengiriman 5G vivo juga meningkat secara signifikan berkat model T1 5G dan T1 Pro 5G yang baru dirilis.

Xiaomi, di posisi keempat, berhasil mempertahankan posisi kuat pada segmen <US$ 200 dengan Redmi 10A dan 10C yang baru dirilis. Model flagship Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro memperkuat posisi Xiaomi di segmen lebih dari US$ 600, didukung oleh keadaan pasokan yang membaik untuk produk pada rentang harga lebih tinggi. 

Meski demikian, pada kuartal ini Xiaomi berfokus memperbaharui segmen 4G low end (US$100-US$200), berimbas pada penurunan peringkat Xiaomi di segmen 5G ke posisi keempat pada 2Q22.

Realme bertahan di posisi kelima pada 2Q22. Model-model baru seperti C35 dan C31, serta model-model C lama, memberi dukungan kuat untuk segmen di bawah US$200. 

Segmen kelas menengah yang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, berkat realme 9, Narzo 50, dan GT Neo 3T.

GT Neo 3 yang baru dirilis juga mendorong segmen menengah ke atas realme (US$400-US$600). Pangsa 5G realme juga tumbuh secara signifikan berkat model GT Neo 3, GT Neo 3T, dan Narzo 50 5G.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oppo samsung smartphone vivo xiaomi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top