Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Startup Enablr Luncurkan Echo, Marketplace Belanja Kolektif Ramah UMKM

Pengalaman berbelanja yang dihadirkan Echo menganut prinsip social commerce.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Agustus 2022  |  09:43 WIB
Startup Enablr Luncurkan Echo, Marketplace Belanja Kolektif Ramah UMKM
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Startup penyedia solusi e-commerce, Enablr, meluncurkan echogroup.id, sebuah marketplace berbasis website yang memudahkan UMKM berjualan secara kolektif kepada konsumen guna mendapatkan berbagai produk kebutuhan harian dengan harga termurah.

Pengalaman berbelanja yang dihadirkan Echo menganut prinsip social commerce. Konsumen bisa berbelanja bersama-sama dengan relasi, kerabat atau keluarga terdekat untuk mendapatkan banyak manfaat, seperti diskon menarik dan harga yang jauh lebih murah.

Founder dan CEO Enablr Yohan Christian menjelaskan secara budaya, masyarakat Indonesia yang suka melakukan kegiatan secara bersama-sama.

"Maka kita menciptakan ekosistem berbelanja seperti di Echo. Solusi belanja online secara kolektif yang dapat memberikan banyak keuntungan menarik, baik bagi penjual dan konsumen,” terangnya, Senin (23/8/2022).

Menurutnya, pandemi ditambah lagi dengan perkembangan teknologi, cara-cara berbelanja konsumen dan pola konsumsi itu semakin berkembang.

Dengan perubahan ini Enablr melihat para pebisnis juga perlu semakin strategis dan kreatif menentukan di mana akan menjual barang dagangannya dan seperti apa pemasaran yang akan dijalankan.

"Atas dasar itulah kita melihat jikalau konsep community buying ini memiliki potensi keberhasilan yang amat tinggi jika diterapkan di market Indonesia,” katanya.

Mengenai potensi jangkauan bisnis, Yohan juga melihat Echo mampu menjangkau konsumen di kota-kota kecil.

“Berkaitan dengan kultur kolektif ini kan juga animonya masih lebih kental di daerah-daerah sub-urban. Hal ini juga menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik dari segi konsumen maupun juga supplier atau pebisnis," tambahnya.

Konsumen dapat berbelanja bersama-sama supaya dapat harga murah dalam kuantitas besar, sementara untuk para pebisnis juga bisa menjangkau pasar di daerah tersebut tanpa usaha yang terlalu besar.

Co-founder Enablr, Sandi Wijono juga menambahkan kehadiran Echo ditujukan membangun ekosistem para pelaku UMKM dan bisnis lainnya mampu memiliki daya saing dan mengubah model bisnis ritel yang saat ini tergolong supply-driven menjadi demand-driven.

Echo juga diharapkan mampu membawa dampak positif bagi para pebisnis untuk memproduksi barang dengan nilai ekonomi yang kompetitif dan berdampak positif bagi para pembeli.

“Dengan hadirnya Echo, kita melihat bahwa platform ini dapat menjadi wadah dan penggerak bagi para pelaku bisnis, khususnya UMKM, untuk dapat melakukan inovasi produk yang berkontribusi bagi nilai ekonomi dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan atau bahkan pabrik-pabrik besar,” katanya.

Kehadiran Echo bagi para pelaku bisnis selaras dengan tren yang sangat positif di industri ekonomi digital.

Laporan terbaru e-Conomy SEA 2021 yang dikeluarkan Google, Bain Company menyebut bahwa nilai ekonomi digital Indonesia melesat 49 persen year-on-year menjadi US$70 miliar pada 2021. Bahkan, ekonomi digital Indonesia diprediksi bisa menyentuh US$146 miliar pada 2025 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp e-commerce social commerce umkm
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top