Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smart TV Diprediksi Booming, Apa Dampaknya ke Operator Jaringan?

Ketika perangkat smart TV makin diminati oleh masyarakat, maka hal tersebut akan berimplikasi terhadap operator seluler.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  15:20 WIB
Smart TV Diprediksi Booming, Apa Dampaknya ke Operator Jaringan?
TV Digital. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perangkat smart TV diprediksi akan membeludak seiring dengan perkembangan teknologi yang kian masif di Tanah Air.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai bila penggunaan perangkat canggih tersebut mulai menjangkau seluruh lapisan masyarakat, maka kebutuhan akan internet yang cepat bakal meningkat. 

"Dampaknya akan berimplikasi terhadap kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan speed dan kebutuhan upgrade jaringan di sisi operator," kata Heru, Rabu (10/8/2022).

Menurut Heru, bukan tidak mungkin smart TV akan makin diminati di Indonesia. Sebab, layanan yang merupakan konvergensi televisi, internet dan video on demand ini dianggap sebagai generasi kini dan ke depan dari pertelevisian.

Bukan itu saja, kualitas dan ketajaman gambar serta besaran ukuran perangkat yang ditawarkan juga beragam sehingga kompetisinya akan terlihat.

"Smart TV akan dibutuhkan untuk video streaming dan video on demand," ucapnya.

Sebelumnya, boomingnya smart TV ini diprediksi oleh President Director PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge Hermansjah Haryono. Dia mengatakan setiap tahunnya, akan ada 60-70 juta iatau perangkat digital baru yang digunakan masyarakat.

"Ada satu device lagi yang harus diingat yang sebentar lagi booming, smart TV," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/8/2022).

Menurut Hermansjah, saat ini saja smart TV yang berukuran 43 inci ditawarkan dengan harga Rp3 juta. Sebentar lagi, kalau harganya sudah Rp2 juta atau bahkan lebih murah, bukan tidak mungkin pengguna 60-70 juta perangkat baru tersebut tidak membeli smart TV.

Apalagi, sambung dia, saat ini sinyal TV juga sudah mulai go digital sehingga smart TV yang berbasis Android tentu akan banyak peminat. 

"Namun mereka akan butuh internet dan kebayang kan gimana penggunaan data karena perangkat ini butuh OTT [layanan over the top] jadinya bandwidth yang dibutuhkan juga besar," imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smart tv internet video on demand (vod) televisi digital operator telekomunikasi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top