Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Brambang Tutup, Beralih Jadi Marketplace Smartphone

Startup layanan kebutuhan pokok Brambang menutup bisnis utamanya dan beralih ke e-commerce smartphone.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  17:02 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA – Startup layanan kebutuhan pokok Brambang mengumumkan penutupan layanan jual -beli kebutuhan pokok sehari-hari dan beralih ke e-commerce elektronik.

Dilansir dari laman instagram Brambangdotcom, Brambang mengumumkan bahwa layanan groceries Brambang akan berhenti pada Jumat,27 Mei pukul 19.000 WIB, semua pesanan atau keluhan akan diproses pada Sabtu,28 Mei.

"Pada 28 Mei, layanan Brambang akan beralih menjadi marketplace smartphone dan elektronik," ujar Brambang di lama instagramnya.

Brambang pun meminta para followersnya untuk memfollow @brambangelektronik untuk informasi terbaru. Brambang harus menutup layanan kebutuhan pokok ini setelah beroperasi selama kurang lebih lima tahun. 

Dari pantauan Bisnis selain Brambang, startup layanan kebutuhan pokok TaniHub juga mengalami nasib serupa. Pada awal Maret lalu, TaniHub menghentikan semua layanan B2C (business to consumers).

Senior Corporate Communication Manager TaniHub Group Bhisma Adinaya menyebut perusahaannya telah menghentikan operasional warehouse di Bandung dan Bali. 

Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan untuk mempertajam fokus dan meningkatkan pertumbuhan melalui kegiatan B2B (Business to Business). 

"Dengan ditutupnya gudang tersebut, kami menghentikan juga seluruh kegiatan yang berkaitan dengan B2C [melayani konsumen perorangan atau rumah tangga] per tanggal 1 Maret 2022,"jelasnya

Bhisma mengatakan TaniHub ke depan hanya akan fokus dengan melakukan pelayanan B2B. Hal itu dirasa sebagai salah satu langkah yang perlu diambil perusahaannya untuk menghadapi berbagai tantangan dan memastikan pertumbuhan bisnis yang positif.

Selain itu, Bhisma tidak menampik bahwa tutupnya dua gudang di Bandung dan Bali telah mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejumlah pekerja TaniHub.

TaniHub mengeklaim hingga sebelum layanan B2C dihentikan, TaniHub Group memiliki lebih dari 1 juta konsumen yang terdiri dari B2C dan B2B. Mayoritas dari jumlah tersebut diakui sebagai konsumen perorangan (B2C). Menurutnya, secara volume bisnis, B2C masih sangat kecil sebenarnya dan mayoritas bisnis kami dikontribusikan oleh B2B. 

Bhisma mengatakan TaniHub ke depan akan fokus menjadi pemasok bagi hotel, restoran, catering dan cafe (Horeca). Lalu perusahaan juga menyasar modern trade yaitu supermarket, hypermarket, dan pasar swalayan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce phk StartUp
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top