Tsar Bomba, Bom Nuklir Rusia Terbesar Sejagat! 3.333 Kali Bom Hiroshima

Hendri T. Asworo
Jumat, 4 Maret 2022 | 11:43 WIB
Tsar Bomba, bom nuklir terbesar sejagat raya yang pernah diciptakan oleh Rusia kala itu masih dalam koloni Uni Soviet./ Wikipedia Commons
Tsar Bomba, bom nuklir terbesar sejagat raya yang pernah diciptakan oleh Rusia kala itu masih dalam koloni Uni Soviet./ Wikipedia Commons
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Tsar Bomba atau disebut raja senjata nuklir adalah bom raksasa sepanjang sejarah dunia, kendati diledakan saat uji coba pada 30 Oktober 1961. Kala itu Rusia masih dalam aliansi Uni Soviet bersama Ukraina dan beberapa negara Eropa Timur.

Nama bom tersebut sebenarnya Soviet RDS-220 dengan kode Vanya. Negara Barat menyebutnya Tsar Bomba. Dengan kapasitas 50 megaton TNT, Tsar Bomba merupakan puncak dari sejumlah uji coba bom hidrogen selama Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Tsar Bomba ini merupakan sesumbar Nikita Khrushchev, Presiden Uni Soviet, yang disampaikan pada sesi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1960.  Dia akan menunjukkan kepada Amerika bahwa Uni Soviet lebih jago dalam membuat bom nuklir.

"Kami akan menunjukkannya kepadamu," ujarnya seperti dikutip dari www.atomicheritage.org.

Seperti diketahui tujuh tahun sebelumnya, tepatnya 1 Maret 1954, Amerika melakukan uji coba bom nuklir Bravo Castle. Kekuatan bom ini mencapai 1.000 kali bom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, pada 14 Agustus 1945. Baca di sini:  Sejarah Hari Ini: Amerika Uji Coba Nuklir Kekuatan 1.000 Kali Bom Hiroshima - Teknologi Bisnis.com

Adapun Tsar Bomba dirancang oleh para fisikawan Uni Soviet yang dipimpin Yuli Khariton. Tim melibatkan Andrei Sakharov, Viktor Adamsky, Yuri Babayev, Yuri Smirnov, dan Yuri Trutnev.

Bom hidrogen ini pembuatannya dibagi tiga tahap. Bom atom tipe fusi ini, pada tahap pertama menekan reaksi fusi yang akan muncul pada tahap kedua, yakni termonuklir. Energi yang dihasilkan dari ledakan ini kemudian diarahkan untuk memampatkan tahap ketiga yang jauh lebih besar.

Yuli Khariton
Yuli Khariton

Yuli Khariton (tengah) bersalaman dengan Sig Hecker dari Standford University, saat acara Russian Federal Nuclear Center–All-Russian Research Institute of Experimental Physics, Februari 1992./Standford University

Tsar Bomba secara teoritis dapat menghasilkan kekuatan 100 megaton. Namun, rencana itu urung dilakukan karena akan menghasilkan dampak nuklir yang berbahaya. Bisa merusak lapisan atmosfir bumi.

Sebagai perbandingan, Tsar Bomba ini memiliki ledakan sekitar 25 persen dari semua senjata nuklir yang dikembangkan sejak 1945. Selain itu, pesawat pengiriman tidak memiliki cukup waktu untuk mundur ke jarak aman.

Oleh karena itu, untuk meminimalkan dampak nuklir, pada tahap ketiga memasukkan tamper timbal, alih-alih tamper fusi uranium-238 yang bisa menambak daya ledak. Fusi uranium-238 ini memiliki berfungsi memperkuat reaksi dalam memecah atom uranium dengan neutron. Karena fisi cepat dihilangkan, fusi termonuklir menyumbang sebanyak 97 persen dari hasil.

“Jadi, meskipun hasilnya sangat besar, Tsar Bomba sebenarnya tidak menghasilkan banyak dampak nuklir.”

Kekuatan Tsar Bomba

Pagi hari, pada 30 Oktober 1961, Mayor Andrei Durnovstev menjadi pilot pembawa bom Tsar Bomba dengan pesawat pembom jarak jauh Tu-95V. Pesawat itu didampingi pesawat pengamat Tu-16 sekaligus bertugas mengumpulkan sampel udara dan merekam tes.

Cat putih reflektif digunakan pada kedua pesawat untuk meminimalkan kerusakan termal pada permukaannya.

Tsar Bomba memiliki berat 27 metrik ton dengan Panjang 26 kaki dan diameternya 6,9 kaki. Pintu ruang bom dan tangki bahan bakar pesawat dikeluarkan dari Tu-95V, karena ukurannya yang besar.

Untuk keamanan pesawat pembawa bom, Tsar Bomba dipasang parasut dengan berat hampir mencapai 1 ton. Hal itu dilakukan agar memberikan waktu tambahan bagi pesawat pengebom dan pengamat untuk terbang sekitar 30 mil dari ground zero sebelum diledakkan.

Meskipun ada penambahan cat reflektif dan parasut, peluang bertahan hidup penumpang dua pesawat itu diprediksi 50:50.

Pada pukul 11:32 waktu Moskow, pesawat tiba di lokasi pengujian, Teluk Mityushikha di Lingkaran Arktik utara. Sesaat kemudian bom diledakkan. Untuk meledakkan, bom dipasang sensor barometrik pada ketinggian 13.000 kaki, sedangkan ketinggian pesawat 34.000 kaki.

Tsar Bomba
Tsar Bomba

Ilustrasi ledakan bom nuklir dari Hiroshima, Bravo Castle hingga Tsar Bomba./www.atomicheritage.org

Sebagai perbandingan daya ledak Tsar Bomba sebagai berikut:

  • Kira-kira daya ledak setara 3.333 kali bom Hiroshima. Bila digabungkan, Tsar Bomba setara 1.570 kali bom Hiroshima dan Nagasaki.
  • Daya ledak 10 kali lebih dahysat daripada semua senjata konvensional yang meledak selama Perang Dunia II.
  • Tsar Bomba sekitar 25 persen dari letusan gunung berapi Krakatau pada 1883.
  • Bom ini setara dengan 10 persen dari semua uji coba nuklir pada saat ini.
  • Sebagai perbandingan, B41, senjata nuklir terbesar Amerika, memiliki hasil teoritis 25 megaton. Perangkat nuklir terbesar yang pernah diledakkan oleh Amerika Serikat adalah Castle Bravo dengan hasil 15 megaton.
  • Senjata nuklir terbesar yang digunakan oleh Uni Soviet, SS-18 Mod. 3 hulu ledak ICBM, ternyata juga sekira 25 megaton.

Video perbandingan bom nuklir bisa dilihat di sini: Uji coba Tsar Bomba

Dampak Ledakan Tsar Bomba

Daya ledak Tsar Bomba mampu merusak semua bangunan kayu dan bata di dekat Severny, yang terletak 34 mil dari ground zero. Sejumlah daerah di Uni Soviet yang terletak lebih dari seratus mil dari ground zero, pun mengalami kerusakan.

Seperti dikutip Wikipedia, gelombang kejut terasa hingga jarak 7.000 kilometer. Bahkan, kaca jendela sejumlah rumah di Norwegia dan Finlandia pecah meski berjarak 900 kilometer.

Seorang saksi uji coba ledakan merasakan efek termal pada jarak 170 mil, meski menggunakan kacamata gelap. Panas yang hebat dari ledakan itu mampu menyebabkan luka bakar tingkat tiga pada jarak 62 mil dari ground zero.

Tsar Bomba, Bom Nuklir Rusia Terbesar Sejagat! 3.333 Kali Bom Hiroshima

Ilustrasi ledakan bom nulir Tsar Bomba yang memiliki kapasitas 50 megatons dengan daya rusak 3.333 bom yang dijatuhkan ke Hiroshima pada 1945.

Ionisasi dari ledakan menyebabkan gangguan radio komunikasi selama berjam-jam. Ketinggian jamur api yang dihasilkan oleh ledakan bom ini setinggi 64 kilometer. Ledakan dapat terlihat sampai 10.000 km dari tempat peledakan.

Uji coba Tsar Bomba ini menuai kecaman dari pihak internasional. Kementrian Luar Negeri Inggris menyatakan bahwa 87 negara menuntut pemimpin Soviet agar menghentikan uji coba dan penggunaan bom 50 megaton yang bisa berdampak parah pada kesehatan jutaan manusia di bumi.

Juru bicara Gedung Putih Amerika Serikat pun mengecam penggunaan bom 50 megaton. "Satu bom dengan kekuatan 100 megaton bisa lebih parah ketimbang 5 bom dengan kekuatan 20 megaton."

Seiring dengan perang Rusia Ukraina, saat ini isu nuklir kembali mengemuka. Ancaman senjata nuklir sendiri terhadap kesehatan sangat serius. Bahkan dapat memusnahkan kehidupan umat manusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Hendri T. Asworo
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper