Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Tahun Ini Positif, Industri Gim Lokal Optimistis Sambut 2022

Saat ini cukup banyak studio gim lokal yang sedang berkembang karena mulai mendapat pendanaan serta keuntungan.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 12 Desember 2021  |  15:34 WIB
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Rahmad
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan industri gim di Indonesia optimistis dengan perkembangan bisnis ke depan. Keyakinan itu berkaca pada tren yang terjadi pada 2021. 

CEO dan co-founder Arsanesia Adam Ardisasmita menyebut saat ini cukup banyak studio gim lokal yang sedang berkembang karena mulai mendapat pendanaan serta keuntungan. Selain itu, perusahaan gim lokal juga mulai aktif merekrut lebih banyak tenaga kerja. 

"Ada Joyseed Gametribe, Masshive Entertainment, Arsanesia, Gamechanger, dan masih banyak lagi studio lokal yang sedang hiring," ujarnya, Minggu (12/12/2021).

Menurutnya hal itu merupakan bukti skala bisnis yang dimiliki studio gim lokal semakin meningkat. Sayangnya, permintaan terhadap para pekerja di industri gim yang meningkat tidak diimbangi oleh tersedianya sumber daya manusia yang memadai.

Riset terakhir yang dilakukan Asosiasi Game Indonesia (AGI), Kemkominfo, dan LIPI, menurut Adam menunjukkan pendapatan game developer dalam negeri dari 2018 ke 2019 mengalami pertumbuhan lebih dari 50 persen. Survei singkat pada 2020 lalu juga menunjukkan perkembangan yang sama. 

"Untuk 2021, saat ini AGI, Kemkominfo, dan Niko Partners sedang melakukan survei, lalu hasilnya bisa kami rilis di awal 2022," ucapnya.

Adam mengatakan, industri gim lokal pada 2022 akan mengalami tren positif. Hal itu dapat dilihat dari tren tahun ini, banyak gim lokal yang baru dirilis dan menuai kesuksesan. 

Dia menyebut gim Selera Nusantara sebagai salah satu contoh kesuksesan tersebut. Baru-baru ini Selera Nusantara mendapat gelar best indie game dari Google.

Selain itu, ada juga Kitaria Fable yang sukses rilis di PS5, PC, dan Nintendo Switch. Lalu ada Code Atma yang mulai banyak dimainkan di luar negeri, setelah sukses di dalam negeri.

Menurut Adam, akan ada beberapa gim lokal yang dirilis pada 2022. Gim tersebut yaitu Coral Island, Potion Permit, Parakacuk, yang direncanakan rilis dengan kualitas tinggi.

Adam mengatakan perkembangan industri gim saat ini juga ditopang oleh program-program yang dirintis oleh beberapa kementerian.

Salah satunya program dari Kemenparekraf, yaitu Archipelageek yang memberikan peningkatan ekonomi dan kesepakatan bisnis bagi studio gim di Indonesia. 

Kemenkominfo juga memiliki program bernama Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) yang memberikan pelatihan kepada 25 studio gim lokal. Para mentor didatangkan dari game developer yang sudah sukses di skala global. 

Terkait jenis game yang ke depan diminati oleh pasar, menurut Adam, adalah game yang bersifat multiplayer dan kompetitif. Seperti game Mobile Legend yang sudah memiliki turnamen tahunan. 

"Ada satu program yang sedang dirancang bersama dengan BRIN untuk menyiapkan infrastruktur teknologi bagi pengembangan dengan genre tersebut. Hal ini akan membantu game development lokal kita dari sisi teknologi dan bisa lebih fokus ke sisi kreativitas," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf game online
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top