Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Retribusi Mahal Jadi Penghambat Fixed Broadband di Indonesia

Layanan fixed broadband di Indonesia dinilai terhambat akibat retribusi daerah yang mahal.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 November 2021  |  18:37 WIB
Ilustrasi pengguna internet. -  Dok. Biznet
Ilustrasi pengguna internet. - Dok. Biznet

Bisnis.com, JAKARTA - Retribusi daerah yang mahal menjadi tantangan dalam penggelaran jaringan internet tetap atau fixed broadband di Indonesia. Kualitas layanan internet di Tanah Air tak akan optimal jika biaya gelar jaringan mahal.

Direktur Utama Moratelindo yang juga Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Galumbang Menak mengatakan tantangan dalam penggelaran jaringan internet tidak berbuah sejak dahulu yaitu retribusi daerah.

Galumbang mengatakan, selain Surabaya, pemerintah daerah Tangerang juga membebani para pemain internet tetap dengan harga mahal. Untuk menggelar kabel, Pemda menetapkan retribusi Rp50.000 per meter per tahun.

Jika satu rumah memiliki panjang 20 meter, maka untuk menggelar kabel melewati satu rumah (satu homepass) biaya yang dikeluarkan mencapai Rp1 juta per tahun. Artinya, jika operator ingin membangun 100.000 homepass, biaya yang dikeluarkan sekitar Rp100 miliar per tahun.

“Itu hanya sewa badan jalannya saja,” kata Galumbang, Jumat (26/11/2021).

Sejak dahulu hingga saat ini, kata Galumbang, pemerintah daerah terus berusaha memaksimalkan pemasukan daerah dengan menetapkan tarif retribusi mahal untuk serat optik. Padahal tarif sewa mahal nantinya akan berujung pada harga layanan ke pelanggan yang juga mahal.

Dia mengatakan Apjatel bersama dengan pemerintah pusat berupaya menyelaraskan kepentingan pusat terhadap internet cepat dengan pemerintah daerah. Peraturan mengenai retribusi seharusnya di setiap daerah dibuat sama seperti di negara lain.

Di Amerika, ujar Galumbang, tarif penggelaran jaringan dibuat sama rata. Alhasil, kualitas internet di Amerika Serikat lebih baik dari Indonesia, meskipun Amerika Serikat secara geografis terbilang luas.

Laporan Speedtest ole Ookla menyebutkan rata-rata kecepatan internet tetap di Amerika Serikat mencapai 131.16 Mbps. Amerika Serikat menempati urutan ke 6 dari 181 negara yang diukur oleh Speedtest.

Sementara itu kecepatan internet Indonesia 27,3 Mbps atau seperempat dari rata-rata kecepatan internet tetap di Amerika Serikat. Indonesia menempati urutan ke 112 dari 181. negara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top