Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Iklim Startup RI Menjadi Daya Tarik Investasi ADIA ke GoTo

Indonesia dinilai memiliki pasar yang besar dan potensial bagi perusahaan teknologi untuk tumbuh, termasuk GoTo.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 20 Oktober 2021  |  21:42 WIB
Iklim Startup RI Menjadi Daya Tarik Investasi ADIA ke GoTo
Logo GoTo, perusahan hasil merger Gojek dan Tokopedia - Twitter
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pendanaan senilai US$400 juta yang diterima Goto dari anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dinilai tidak terlepas dar kinerja dani iklim perusahaan teknologi Indonesia yang positif. 

Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki pasar yang besar dan potensial bagi para perusahaan teknologi untuk tumbuh, termasuk yang sedang dan akan melantai di bursa.  

Managing Partner Ideosource VC & Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani mengatakan pendanaan pra-IPO merupakan bagian dari persiapan untuk melantai di bursa. 

Pendanaan dari ADIA, menurutnya, bentuk sentimen positif atas iklim perusahaan teknologi di Indonesia, termasuk kinerja unikorn dan dekakorn, yang melantai di bursa. 

Dia mengatakan Shopee menjadi salah preseden baik. Walaupun markas Shopee tidak berada di Indonesia tetapi pasar terbesarnya adalah Indonesia. 

“Setelah IPO Shopee lumayan diapresiasi sahamnya di Amerika Serikat jadi itu preseden yang bagus,” kata Edward, Rabu (20/10/2021).

Adapun PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), kata Edward, walaupun harganya sedang turun, potensi sektor dagang el di Indonesia masih sangat bagus. Peluang BUKA untuk tumbuh masih terbuka luas. 

Edward berpendapat dana besar yang disuntikan ADIA ke GoTo juga tidak terlepas dari posisi GoTo sebagai pemimpin pasar di Indonesia. 

“GoTo leading dan mendominasi sektor yang mereka masuki,” kata Edward. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Private Equities ADIA Hamad Shahwan Al Dhaheri mengatakan telah memantau kinerja Gojek dan Tokopedia sejak lama, bahkan sebelum keduanya bersatu. 

“Kami sangat senang bisa bermitra dengan GoTo dan tim manajemennya di fase perkembangan selanjutnya,” kata Hamad, seperti dikutip dari siaran persnya, Rabu (20/10/2021).

GoTo merupakan salah satu ekosistem digital di Indonesia yang dibangun dari merek Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial. 

Layanan yang disediakan GoTo mencakup transportasi berbasis permintaan, dagang el, pengantaran makanan dan kebutuhan sehari-hari, logistik dan pergudangan, serta layanan keuangan. 

GoTo Group menghasilkan lebih dari 1,8 miliar transaksi pada 2020 dengan total nilai transaksi bruto (GTV) sebesar lebih dari US$22 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp tokopedia Gojek Goto
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top