Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JD.ID Ekspansi ke Toko Offline, Dua Gerai Bakal Dibuka Tahun Ini

JD.ID akan memperkuat strategi O2O dengan membuka dua toko offline pada tahun ini.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 22 September 2021  |  14:57 WIB
Aktivitas pekerja di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/12/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas pekerja di Warehouse JD.ID Marunda, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/12/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – JD.ID bakal membuka dua gerai luring baru untuk menjalankan strategi online to offline (O2O).

Chief Financial Officer (CFO) JD.ID Sandy Permadi mengatakan hingga saat ini telah memiliki dua jenis gerai fisik, yakni JD.ID Elektronik Store dan JD Hub yang tersebar di Jabodetabek. Strategi O2O bakal terus diperkuat hingga akhir tahun ini.

“Kami berencana akan masih akan terus mengembangkan offline store, untuk electronic store kami akan segera buka di AEON Mall Tanjung Barat dan Gandaria City. Selain itu juga akan ada beberapa specialty stores yang kami buka dalam tahun ini,” katanya pada Bisnis.com, Selasa (21/9/2021).

Dia menjelaskan strategi O2O dilakukan tidak terbatas pada masa pandemi saja. Terlebih, potensi pasar ritel luring Indonesia dinilai masih menjadi mayoritas dibandingkan dengan daring.

O2O adalah strategi omni channels dengan mengoptimalkan multi channels yang ada. Strategi ini, lanjutnya, sangat kritikal dalam memfasilitasi kebutuhan konsumen di Indonesia yang menginginkan kenyamanan berbelanja daring.

Menurutnya, melalui strategi ini, JD.ID dapat memenuhi kebutuhan sebagian penggunanya yang memiliki preferensi untuk melihat langsung barang yang ingin dibeli, terutama untuk produk elektronik ataupun gawai.

Dari sisi efisiensi, kata dia, strategi O2O ini juga dapat memperkuat infrastruktur JD.ID. Caranya, toko fisik bisa dipergunakan juga sebagai drop point, experience center, konsultasi produk, hingga product return guna meningkatkan kenyamanan pengguna aplikasi tersebut.

“Saat ini baru sekitar 10-15 persen transaksi retail dilakukan secara online. Berarti masih ada 85 persen offline retailers untuk didaringkan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top