Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pesona Startup Femtech di Mata Modal Ventura

Modal ventura menilai startup yang dikelola oleh perempuan lebih mampu memahami sektor tertentu seperti fesyen, kuliner, kesehatan, kecantikan, dan belanja daring.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 April 2021  |  21:03 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA – Modal ventura (MV) meyakini perusahaan rintisan (startup) yang dikelola oleh perempuan (female technology/femtech) memiliki daya tarik tersendiri untuk disuntikan modal.

Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) Jefri Sirait mengatakan saat ini perempuan Indonesia mampu mengambil peran-peran strategis di dunia karier, termasuk sektor (startup) yang lebih kental dengan teknologi digital. Sebab, mayoritas pangsa pasar di Indonesia merupakan perempuan.

“Kami melihat bahwa perempuan jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan laki-laki. Kedua, kami melihat dari kekuatan bahwa perempuan seperti tekun, memulai sesuatu dari hati dan kecintaan perasaan pada keluarga, dan perempuan merupakan pasar yang besar di mana yang paling memahami justru perempuan itu sendiri dari sini saja sudah terlihat potensinya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (20/4/2021).

Tidak hanya itu, dia mengatakan beberapa MV menilai perempuan paling memahami terhadap startup yang memiliki dampak sosial positif secara terbuka, mulai dari fesyen, kuliner, kesehatan, kecantikan, dan belanja daring.

Oleh sebab itu, dia meyakini makin banyak VC yang tertarik berinvestasi ke profil startup seperti ini. Sebab, sektor tersebut dipahami oleh perempuan sehingga dapat memudahkan nilai kreatif untuk mengembangkan bisnisnya.

“Pemimpin perempuan terbukti bisa membangun tim yang lebih kolaboratif, transparan, menghasilkan solusi yang lebih cepat dan lebih kreatif. Mereka dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih bisa diandalkan dan dipercaya,” katanya.

Namun, meskipun peluang yang didapatkan para pemimpin perempuan makin beragam, masih ada beberapa tantangan yang sulit dihindari, termasuk belum banyaknya jumlah pendiri perempuan. Hal ini dilandasi budaya yang melihat bahwa pemimpin masih harus dilakoni oleh laki-laki.

“Saya melihat wanita sangat kuat. Namun, masih terbentur budaya sehingga dari dasar ini sangat tepat jika saat ini kesempatan kesetaraan harus dimulai karena perusahaan teknologi sudah waktunya digerakan dan diakselerasi oleh perempuan, mereka memahami pasar karena mereka adalah perempuan sehingga mereka memahami eksekusi mana yang terbaik untuk dilakukan,” katanya.

Co-Founder & Managing Director Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani pun menyampaikan perempuan mulai unjuk gigi memimpin perusahaan teknologi beberapa tahun ke belakang sehingga meningkatkan minat pemodal untuk menyuntikan dana.

“Inisiatif untuk melirik perempuan yang masuk atau memimpin startup mulai banyak seperti ada inisiatif yang dijalankan oleh Bu Shinta Bubu [pendiri Nusantara Venture] dan ada kesadaran dari BRI Ventures untuk mendanai startup yang dipimpin oleh wanita,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Edward mengatakan Gayo Capital pun pada April 2021 akan mendanai dua startup yang dipimpin oleh perempuan, yaitu Allate Beauty dan Foom.id.

“Kami sedang tertarik invest di startup terkait dengan kosmetik atau gaya hidup dan konsumsi wanita. Jadi, kami investasi di Alatte di kosmetik yang kami akan umumkan besok 21 April pada hari Kartini dan satu lagi e-cigarette yang co-founder-nya juga adalah wanita, yaitu Foom.id,” kata Edward.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top