Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Butuh 5G, Solusi Lalu Lintas Data yang Makin Padat

Pengamat telekomunikasi menilai Indonesia membutuhkan teknologi 5G sebagai solusi lalu lintas data yang makin padat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  15:55 WIB
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat telekomunikasi menilai Indonesia butuh kehadiran teknologi 5G secepatnya untuk meningkatkan kecepatan internet, di tengah kondisi lalu lintas data yang sudah terlalu padat.

Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Muhammad Ridwan Effendi mengatakan saat ini di sejumlah daerah kecepatan internet sudah sulit untuk ditingkatkan,seiring dengan tingginya permintaan layanan data. Lalu lintas data pun diprediksi akan tumbuh makin cepat ke depan.

Peningkatan kapasitas melalui penambahan base transceiver station (BTS) untuk menghadapi lonjakan lalu lintas data, kata Ridwan, tidak dapat dilakukan karena letak antar-BTS sudah terlalu rapat. Jika dipaksakan, pancaran sinyal dari BTS dapat mengganggu jaringan operator seluler yang lain.

Dia menuturkan untuk menghadapi kondisi tersebut cara paling efisien adalah dengan mengganti teknologi dari 4G ke 5G, agar pemanfaatan frekuensi lebih efisiens dan kecepatan dapat ditingkatkan.

“Kalau baru dimulai 5 tahun lagi kita terlambat, permintaan lalu lintas data pesat sekali pertumbuhannya,” kata Ridwan kepada Bisnis.com, Rabu (17/2/2021).

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com dari info memo operator seluler, tiga operator besar – Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata – mencatatkan pertumbuhan lalu lintas data yang sangat tinggi pada periode 2018 -2020.

Tercatat, kuartal III/2018, lalu lintas data di Indosat sebesar 490.476TB, pada kuartal III/2019 jumlahnya meningkat 376.451 TB (76 persen) menjadi 866.927TB. Jumlah tersebut kembali bertambah 391.516TB (45,16 persen) pada kuartal III/2020 menjadi 1.258.443TB. Artinya dalam 2 tahun terdapat peningkatan sekitar 767.967TB.

Sementara itu, XL, kuartal III/2018 mencatat lalu lintas data sebesar 596.700TB, jumlah tersebut meningkat 263.200TB (44,1 persen) pada kuartal III 2019 menjadi 859.900TB. XL kembali mencatatkan pertumbuhan lalu lintas data sebesar 415.100TB (48,27 persen) menjadi 1.275.000TB. Artinya dalam 2 tahun,terdapat peningkatan data sebesar 678.300TB.

Adapun Telkomsel – sebagai pemimpin industri – mencatatkan lalu lintas data sebesar 1.139.224TB pada kuartal III/2018, jumlah tersebut meningkat sebesar 614.134TB (53,9 persen) menjadi 1.753.358TB pada kuartal III/2019 dan meningkat lagi sebesar 673.029TB (38,38 persen) menjadi 2.426.387TB pada kuartal III/2020. Artinya dalam 2 tahun saja lalu lintas data Telkomsel sudah bertambah 1.287.163TB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top