Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsolidasi Startup Bukan Satu-satunya Jawaban

Pasar saham yang mulai rebound sejak November 2020 dapat dijadikan momentum para pemain startup untuk meraup pendanaan publik.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  06:42 WIB
Merger - Ilustrasi
Merger - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Konsolidasi ternyata bukan menjadi jawaban mutlak bagi perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air untuk saat ini. 

Ekonom Institute for Development of Economics (Indef) Bhima Yudhistira mengakui kolaborasi merupakan strategi realistis yang dapat ditempuh karena langkah ini dapat menjaga ekosistem startup.

“Jalan keluar tidak selalu konsolidasi, merger, atau akuisisi. Menempuh jalan kerjasama antara perusahaan dapat dilakukan. Ada juga bentuk lain untuk berkembang dengan jalan IPO tanpa melalui proses konsolidasi,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (19/1/2021).

Dia melanjutkan pasar saham yang mulai rebound sejak November 2020 dapat dijadikan momentum para pemain startup untuk meraup pendanaan publik.

“Jadi kita dapat melihat varian strategi startup yang beragam jenis pada 2021,” katanya.

Menurutnya, konsolidasi seringkali mengalami kendala karena besarnya ego dari masing-masing pemilik startup, investor hingga proses uji kelayakan yang tidak mulus.

“Ada juga masalah regulasi dimana konsolidasi antar pemain di transportasi daring bisa bentrok dengan ketentuan anti monopoli. Sementara bentuk konsolidasi yang berhasil baik vertikal maupun horizontal akan membuat pangsa pasar startup makin meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bhima menilai untuk startup yang masih dalam tahapan level seed bisa memilih konsolidasi atau kerja sama antar pemain. Sebaliknya, perusahaan yang sudah lebih matang bisa ambil jalan IPO karena potensi valuasi yang lebih besar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo konsolidasi StartUp
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top