Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Startup Pilih IPO, Amvesindo: Bisa Tingkatkan Peluang Ekspansi

Langkah startup untuk melakukan IPO untuk membuka prospek dana segar bagi perusahaan dinilai bisa meningkatkan daya ekspansi.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  20:22 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA – Penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dinilai meningkatkan kemampuan ekspansi bagi perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan selain peluang ekspansi langkah IPO turut membuka prospek dana segar bagi perusahaan.

“Sentimen investor nantinya bisa tersalurkan, karena ada instrumen investasinya di bursa,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (13/1/2021).

Adapun, saat ditanyakan mengenai potensi perolehan dana yang diraih startup jika melakukan IPO. Edward mengatakan potensi kenaikan tergantung dari sentimen dan performa pencapaian emiten tersebut.

Selain itu, dia melanjutkan bahwa pelepasan saham pada saat IPO berkisar antara 20—30 persen sehingga potensi perolehan dana tergantung dari nilai kapitalisasi pada saat IPO menentukan nominal yang bisa di galang.

“Sentimen dipengaruhi faktor potensi sektor dan komparasi performa perusahaan sejenis baik yang sudah dan belum melantai,” katanya.

Adapun, Edward menilai untuk saat ini sektor e-commerce menjadi salah satu yang cukup siap untuk melantai di bursa. Hal ini dilandasi sektor ini lebih matang dan sizeable.

Tidak lupa, Edward juga mengingatkan tantangan lainnya setelah startup melantai di bursa, yakni mengedukasi para pembeli. Hal ini didasari setelah dirinya melihat tren di Nasdaq.

"Kenaikan saham SEA tentu bisa menjadi benchmark yang menarik, tetapi tipe investor lokal bisa berbeda. Perlu strategi dalam mengedukasi investor konvensional termasuk institutional investor mengenai sektor industri baru ini yang kemungkinan besar pengukuran rasio finansialnya bisa berbeda dengan perusahaan konvensional,” kata Edward.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top