Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Operator Seluler Bakal Kompak Perluas Jaringan di Luar Jawa

Operator seluler diprediksi memperluas jaringan di luar Jawa seiring dengan ketergantungan masyarakat terhadap jaringan telekomunikasi untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  16:20 WIB
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Penggelaran jaringan di luar Jawa diprediksi akan makin pesat pada tahun ini. Sejumlah dukungan dari pemerintah membuat pendapatan operator seluler meningkat, sehingga memiliki dana tambahan untuk menggelar jaringan.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB Ian Yosef M. Edward mengatakan program subsidi kuota internet gratis yang diterapkan pemerintah pada tahun lalu, memberi kontribusi terhadap pendapatan operator. Dengan modal tambahan yang dimiliki seharusnya operator menggenjot penggelaran jaringan di luar Jawa.

“Kalau operotar tidak bergerak sekarang, pasti akan kalah dengan operator lain. Pemenang lelang frekuensi 2,3 GHz pasti tidak akan tinggal diam. Pasti akan menggelar jaringan dengan cepat,” kata Ian kepada Bisnis.com, Jumat (8/1/2021).

Ian juga berpendapat bahwa pandemi Covid-19 telah membuat pendapatan operator meningkat, seiring dengan ketergantungan masyarakat terhadap jaringan telekomunikasi operator seluler untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Kalau dahulu peningkatan lalu lintas data sekitar 5--6 persen, sekarang sudah sangat jauh,” kata Ian.

Dia menilai hambatan operator dalam menggelar jaringan di luar Jawa pada adalah perizinan dari kepala daerah. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi akan membuat proses perizinan makin makin sulit.

Penggelaran jaringan juga dilakukan secara terbatas karena harus menerapkan protokol kesehatan. Adapun mengenai beban penggelaran jaringan di desa-desa non-4G, hal tersebut tak akan mengganggu penggelaran jaringan di daerah.

Pasalnya penggelaran jarinan di desa-desa merupakan tanggung jawab operator seluler selaku pengguna pita frekuensi. Sementara penggelaran jaringan merupakan kebutuhan untuk memperluas layanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top