Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkominfo: Penyediaan Jaringan 5G Boleh Dilakukan Bersama

Menkominfo Johnny menilai kebijakan kerja sama spektrum frekuensi bisa memudahkan operator dalam menyediakan jaringan 5G di Indonesia.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  15:27 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan sambutan jelang penandatanganan kerja sama dimulainya konstruksi Satelit Multifungsi Republik Indonesia (Satria) antara PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) dengan perusahaan asal Perancis, Thales Alenia Space (TAS) di Jakarta, Kamis (3/9/2020). ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan sambutan jelang penandatanganan kerja sama dimulainya konstruksi Satelit Multifungsi Republik Indonesia (Satria) antara PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) dengan perusahaan asal Perancis, Thales Alenia Space (TAS) di Jakarta, Kamis (3/9/2020). ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan bahwa diperbolehkannya kerja sama spektum frekuensi di dalam Undang-Undang no.11/2020 tentang Cipta Kerja, bertujuan untuk menghemat ongkos investasi operator dalam menggelar jaringan 5G.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa dalam mendorong hadirnya 5G ke Tanah Air, pemerintah tengah menyiapkan payung hukum kemudahan berbagi spektrum frekuensi antar operator, melalui peraturan turunan UU Cipta Kerja.

“Untuk 5G kami sudah mempersiapkan [regulasi] berbagi infrastruktur dan 11 kali uji coba, selanjutnya akan dimulai dengan implementasinya jangan berpikir,” kata Johnny kepada Bisnis.com, Senin (29/12/2020).

Dia mengatakan bahwa semangat berbagi infrastruktur aktif dan pasif dalam UU Cipta Kerja, adalah untuk mempercepat pengembalian investasi yang telah digelontorkan operator dalam menggelar jaringan 5G.

Dengan pengembalian investasi yang makin cepat, maka operator seluler dapat mengembangkan kembali jaringan telekomunikasi di titik baru.

“Yang terjadi sekarang semua perusahaan memiliki investasi sendiri. Akibatnya terjadi investasi yang tumpang tindih dan over investasi. Itulah munculnya gagasan berbagi infrastruktur,” kata Johnny.

Adapun mengenai harapan sejumlah operator yang ingin agar berbagi spektrum frekuensi juga diperbolehkan untuk 4G, kata Johnny, operator tersebut belum memahami UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja.

Dalam undang-undang, aktivitas berbagi spektrum frekuensi hanya diperbolehkan untuk teknologi baru.

“Dia [operator] sudah baca undang-undang kah? Sebelum bicara. Kalau sudah baca berarti belum mendalami,” kata Johnny.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top