Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beda Segmen, Jaringan 5G Tak Ganggu Pasar Fixed Broadband

Pasar fixed broadband tak terganggu jaringan 5G karena keduanya memiliki segmen yang berbeda.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  14:59 WIB
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) meyakini bahwa kehadiran jaringan 5G mampu membuat industri telekomunikasi makin cuan pada tahun depan.

Ketua Umum Apjatel, Muhammad Arif mengatakan meski 5G memiliki kecepatan yang tinggi dan digadang-gadang akan menggantikan layanan internet tetap (fixed broadband), pasar intenet tetap tak akan terpengaruh.

Layanan internet tetap memiliki keunggulan unlimited sehingga sangat murah untuk mendukung aktivitas masyarakat dalam menggunakan internet di perumahan dan perkantoran. Keduanya, menurutnya, juga memiliki pasar yang berbeda.

“Meski 5G cepat, kalau kita gunakan terus di rumah, bayar pulsanya kan mahal juga karena tidak unlimited, jadi ini beda penggunaan,” kata Arif kepada Bisnis.com, beberapa waktu lalu.

Arif justru berpendapat bahwa hadirnya 5G akan membuat bisnis industri penyelenggara jaringan terdongkrak. Pasalnya, untuk menghadirkan 5G dibutuhkan serat optik yang dapat mengantarkan internet dengan kapasitas besar.

Dengan jumlah Base Transceiver Station (BTS) yang diperkirakan bertambah – karena hadirnya teknologi baru – maka permintaan penggelaran jaringan serat optik pun akan bertambah. Arif belum dapat memperkirakan jumlah penambahan serat optik untuk 5G pada tahun depan.

“Jarak antar BTS mungkin akan dekat, sekitar 300 meter, maka akan ada tambahan BTS agar jaringan 5G nya lebih merata, di tempat BTS baru itu nantinya akan ada serat optik,” kata Arif.

Adapun mengenai tantangan yang akan dihadapi oleh para pemain serat optik, kata Arif, adalah kebijakan pemerintah daerah yang kerap menarik retribusi dengan nilai yang besar.

Arif pun meminta kepada pemerintah dan pemangku kepentingan agar gencar dalam menyosialisasikan rencana penggelaran 5G. Tujuannya agar pemerintah daerah sadar mengenai manfaat 5G terhadao wilayah mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi teknologi 5G
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top