Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas, Ada Asteroid Mendekati Bumi Akhir Pekan Ini

NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet ke dalam orbit, yang memungkinkan mereka masuk ke bumi.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 27 November 2020  |  11:06 WIB
Asteroid melintasi bumi - istimewa
Asteroid melintasi bumi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah batu luar angkasa yang dikenal sebagai 2020 WC4 akan berada pada kategori dekat bumi. Asteroid itu akan mengayun melewati planet Bumi pada Sabtu (28/11/2020) besok.

Dilansir dari Express UK, Jumat (27/11) asteroid itu akan melesat melewati planet Bumi pada jarak sekitar 420.000 mil. Sebagai perbandingan, rerata Bulan berjarak 239.000 mil dari planet, yang dikenal dengan jarak bulan (lunar distance/LD).

Dengan demikian, WC4 hanya akan berjarak 1,8 LD dari bumi pada hari Sabtu nanti, sebelum melanjutkan perjalanannya mengelilingi matahari. Menurut pengamatan, asteroid itu melaju dengan kecepatan 5,2 kilometer per detik atau sekitar 19.000 kilometer per jam.

Namun, pengamatan NASA menyatakan asteroid itu hanya berukuran sekitar 6 meter. Pada ukuran itu, bahkan jika asteroid menghantam bumi, tidak akan terjadi bencana. Itu hanya akan terbakar dan tampak seolah ada bintang jatuh.

Meskipun demikian, NASA telah mengidentifikasikannya sebagai near earth object (NEO), yang memungkinkan peneliti mempelajari sistem tata surya. NEO adalah komet dan asteroid yang telah didorong oleh tarikan gravitasi planet ke dalam orbit, yang memungkinkan mereka masuk ke Bumi.

“Kepentingan ilmiah tentang komet dan asteroid sebagian besar disebabkan oleh status mereka sebagai sisa-sisa puing yang relatif tidak berubah dari proses pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu,” kata pernyataan NASA.

Sementara itu, sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa Bumi tidak aman dari asteroid, dengan salah satunya adalah asteroid Apophis menjadi ancaman. Bulan lalu, seorang astronom dari Institut Astronomi Universitas Hawai?i (IfA) mengungkapkan asteroid selebar 370 meter itu masih bisa menghantam Bumi.

Para ilmuwan awalnya mengesampingkan tabrakan 2068, tetapi penelitian menunjukkan ada peluang kecil - kira-kira 1:530.000 - asteroid Apophis dapat menghantam Bumi. Studi baru diumumkan setelah mendeteksi percepatan Yarkovsky kecil di permukaan asteroid.

Efek Yarkovsky adalah ketika asteroid atau benda langit mengubah orbitnya karena dorongan kecil panas, baik dari dirinya sendiri yang mengeluarkan gas atau dorongan dan dorongan gravitasi dari benda-benda angkasa termasuk Matahari dan Bumi.

Dalam hal ini, para ilmuwan telah menemukan reaksi termal kecil yang dapat sedikit mengubah arah Apophis dan mengirimkannya ke Bumi. Sebelumnya, astronom menyimpulkan bahwa tabrakan yang mungkin terjadi pada 2068 tidak mungkin terjadi, tetapi penelitian itu menunjukkan kemungkinannya masih ada.

"Pengamatan lebih lanjut untuk memperbaiki amplitudo efek Yarkovsky dan bagaimana pengaruhnya terhadap orbit Apophis sedang berlangsung. Para astronom akan tahu dengan baik sebelum tahun 2068 jika ada kemungkinan dampaknya,” kata peneliti dalam sebuah pernyataan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa bumi asteroid
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top