Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Syarat Startup Peroleh Pendanaan Perusahaan Modal Ventura

Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amsevindo) membeberkan peluang startup untuk tetap memperoleh pendanaan dari perusahaan modal ventura.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 November 2020  |  16:55 WIB
Ilustrasi startup. - olpreneur.com
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA – Investor tidak memaksa perusahaan rintisan (startup) untuk memperoleh laba terlebih dahulu sebelum memperoleh pendanaan. Selama berada dalam jalur menuju profit atau untung dan memenuhi sejumlah persyaratan, peluang memperoleh pendanaan tetap terbuka lebar.

Bendahara Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amsevindo), Edward Ismawan Wihardja mengatakan bahwa perusahaan modal ventura umumnya melihat profitabilitas perusahaan rintisan dari sisi dominasi pangsa pasar dan wilayah cakupan yang dikuasai.

Dia menuturkan perusahaan modal ventura hakikatnya tidak berkeberatan dana yang dikucurkan dipakai perusahaan rintisan untuk biaya pemasaran, selama dominasi dan pangsa pasar masih terbuka besar.

“Selama masih banyak ruang untuk tumbuh maka toleransi terhadap profitabilitas tidak terlalu menjadi fokus. Namun harus ada jalan menuju profit,” kata Edward kepada Bisnis.com, Selasa (24/11/2020).

Edward menuturkan dalam mengukur sebuah perusahaan berada pada jalur menuju profit atau tidak, investor akan melihat dari pendapatan, pendapatan sebelum pajak, dan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk.

Investor, kata Edward, juga melihat pada model bisnis serta keseimbangan antara dana pemasaran (customer acquisition cost/CAC) dan lifetime value (LTV) dari pelanggan pada perusahaan rintisan tersebut, untuk memastikan bahwa perusahaan rintisan telah mendapat untung.

Dia menjelaskan selama LTV menunjukkan angka yang sehat maka secara finansial masih bisa dipertanggungjawabkan. Adapun batas wajar atau toleransi penggunaan pendanaan untuk kegiatan pemasaran, menurutnya, sekitar 10-15 persen.

“CAC dibagi LTV seharusnya di kisaran 10-15 persen,” kata Edward.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi StartUp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top