Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pakai Tenaga Nuklir, Perjalanan ke Planet Mars Cukup 3 Bulan

Mesin ini digadang-gadang mampu memangkas perjalanan antarplanet ke Mars lebih dari setengahnya. Dengan demikian, perjalanan dari Bumi ke Mars cukup dalam waktu 3 bulan dari sebelumnya 7 bulan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  14:08 WIB
Planet Mars - telegraph.co.uk
Planet Mars - telegraph.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Ultra Safe Nuclear Technologies, sebuah perusahaan yang berbasis di Seattle, Washington, Amerika Serikat berhasil merancang konsep mesin penggerak termal nuklir (NTP) untuk NASA.

Mesin ini digadang-gadang mampu memangkas perjalanan antarplanet ke Mars lebih dari setengahnya. Dengan demikian, perjalanan dari Bumi ke Mars cukup dalam waktu 3 bulan dari sebelumnya 7 bulan.

NTP dirancang setelah para pejabat NASA mengatakan sistem bertenaga nuklir akan diperlukan untuk eksplorasi lebih lanjut ke luar angkasa.

Sistem NTP menggunakan fisi nuklir, tenaga dari pemisahan atom, untuk menciptakan gaya dorong, dan umumnya lebih efisien daripada roket kimia yang ada.

Michael Eades, insinyur utama di USNC-Tech mengklaim rancangan mesin buatan perusahaannya itu lebih dapat diandalkan daripada desain lainnya. NTP katanya memiliki dorongan tertentu, mengacu pada jumlah dorongan dari propelan.

"Lebih dari dua kali lipat sistem kimia. Kami ingin memimpin upaya untuk membuka batas baru di luar angkasa, dan melakukannya dengan cepat dan aman," tegasnya seperti dilansir dari Express UK, Selasa (27/10/2020).

Paolo Venneri, CEO UNSC-Tech juga mengklaim desain mereka menggunakan aspek desain nuklir dari reaktor. "Kunci desain USNC-Tech adalah tumpang tindih yang disadari antara teknologi reaktor terestrial dan ruang angkasa," ungkapnya.

Hal tersebut katanya memungkinkan UNSC-Tech untuk memanfaatkan kemajuan teknologi nuklir dan infrastruktur dari sistem terestrial dan menerapkannya ke reaktor luar angkasa.

Mantan administrator NASA Daniel Goldin baru-baru ini berpendapat sudah waktunya manusia menggunakan nuklir untuk misi eksplorasi ruang angkasa di masa depan.

Menurutnya mungkin saja dengan menggunakan mesin bertenaga nuklir itu biaya perjalanan ke Mars akan lebih murah dan menggunakan lebih sedikit bahan bakar.

"Sistem radikal ini adalah penggerak listrik dalam ruang. Ini dapat mengurangi jumlah bahan bakar, atau propelan, yang dibutuhkan hingga 90 persen dibandingkan dengan sistem propulsi kimia, menghemat jutaan dalam biaya peluncuran sambil memberikan fleksibilitas misi yang lebih besar," jelasnya.

SpaceX dari Elon Musk telah memuji roket Starship mereka hampir siap untuk mulai melakukan perjalanan ke Mars.

Musk, saat berbincang dengan pendiri Mars Society Robert Zubrin mengatakan bahwa SpaceX berada di jalur yang tepat untuk memulai misi tak berawak pertamanya ke Mars dalam waktu empat tahun.

"Saya pikir kita memiliki peluang berjuang untuk membuat jendela transfer Mars kedua itu," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasa planet mars
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top