Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dua Planet Ditemukan Mengorbit Bintang Kerdil Merah

Dalam pencarian dunia yang layak untuk dihuni di luar tata surya kita, ini adalah keuntungan besar, dimana jarak antara planet di luar tata surya dan bintangnya merupakan faktor penting untuk pendeteksiannya. Semakin dekat keduanya, semakin tinggi kemungkinan para astronom dapat mendeteksi planet dari Bumi.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  19:57 WIB
Tata Surya - Reuters
Tata Surya - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA– Para astronom di Meksiko telah menemukan dua planet yang mengorbiti sebuah Bintang Kerdil Merah, jenis bintang yang paling dingin.

Dengan demikian, ada potensi ada air di planet yang cukup dekat dengannya.

Dalam pencarian dunia yang layak untuk dihuni di luar tata surya kita, ini adalah keuntungan besar, dimana jarak antara planet di luar tata surya dan bintangnya merupakan faktor penting untuk pendeteksiannya. Semakin dekat keduanya, semakin tinggi kemungkinan para astronom dapat mendeteksi planet untuk layak huni dari Bumi.

"Tapi bintang-bintang ini agak kecil dan memancarkan sedikit cahaya dibandingkan dengan kebanyakan bintang lain, seperti Matahari kita," ujar Brice-Olivier Demory, yang merupakan penulis utama penelitian tersebut dan juga seorang Profesor Astrofisika di Universitas Bern seperti dikutip dari phys.org.

Faktor-faktor ini membuat mereka sulit untuk diamati secara mendetail. Tanpa instrumen yang tepat, planet apa pun yang mungkin mengorbit bintang tersebut dapat dengan mudah terabaikan terutama planet terrestrial, seperti Bumi, yang ukurannya relatif kecil.

Teleskop khusus

Salah satu instrumen, yang memungkinkan untuk mempelajari Bintang kerdil merah dan planetnya secara dekat, adalah teleskop SAINT-EX yang berbasis di Meksiko, yang bekerja sama dengan NCCR PlanetS. SAINT-EX adalah akronim dari Search And characterization of Transiting EXoplanets. 

Observatorium SAINT-EX adalah fasilitas robotik yang memiliki teleskop 1 meter, dilengkapi dengan instrumentasi yang secara khusus disesuaikan untuk memungkinkan pendeteksian dengan presisi tinggi dari planet kecil yang mengorbit bintang dingin. Sekarang, spesialisasi ini terbayarkan dimana awal tahun ini, teleskop mampu mendeteksi dua exoplanet yang mengorbit bintang TOI-1266, yang terletak sekitar 120 tahun cahaya dari Bumi. Penelitian ini diterbitkan baru-baru ini melalui jurnal Astronomy and Astrophysics, memberikan kesan pertama tentang karakteristik planet tersebut.

Dibandingkan dengan planet-planet di tata surya kita, TOI-1266 b dan c lebih dekat jaraknya terhadap bintangnya dan hanya membutuhkan waktu 11 hari dan 19 hari untuk mengorbitnya. Namun, karena bintang induknya jauh lebih dingin daripada Matahari, suhunya tidak terlalu ekstrim: suhu planet luar kira-kira sama dengan suhu Venus (meskipun jaraknya 7 kali lebih dekat ke bintangnya daripada Venus ke Matahari).

Kedua planet tersebut memiliki kepadatan yang sama, kemungkinan sesuai dengan komposisi sekitar setengah dari material batuan dan logam serta setengah air. Hal ini membuat mereka sekitar setengah berbatu seperti Bumi atau Venus, tetapi juga jauh lebih berbatu dari Uranus atau Neptunus.

Secara ukuran, planet-planet ini jelas berbeda satu sama lain. Planet bagian dalam yaitu TOI-1266 b, berukuran sedikit di bawah dua setengah kali diameter Bumi. Ini menjadikannya apa yang disebut "sub-Neptunus". Planet terluar yaitu TOI-1266 c, berukuran satu setengah kali lebih besar dari planet kita. Jadi, planet itu termasuk dalam kategori "Bumi-super".

Ini menempatkan kedua planet di tepi yang disebut radius-lembah, "Planet-planet di antara radius TOI-1266 b dan c cukup langka, kemungkinan besar karena efek iradiasi yang kuat dari bintang, yang dapat mengikis atmosfernya," ujar Brice-Olivier Demory. "Mampu mempelajari dua jenis planet yang berbeda dalam sistem yang sama adalah peluang besar untuk lebih memahami bagaimana planet berukuran berbeda ini muncul,” Ujar Yilen Gómez Maqueo Chew menambahkan

Chew merupakan Koordinator Proyek SAINT-EX serta merupakan seorang peneliti di National Autonomous University of Mexico 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bintang planet
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top