Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengalihan Spektrum Frekuensi : Telkomsel Kaji Ulang, 3 Indonesia Dukung

Sejumlah perusahaan telekomunikasi menyatakan kesiapannya melakukan konsolidasi agar jumlah pemain di industri telekomunikasi makin ramping dan makin sehat.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  08:43 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Operator seluler memiliki pandangan yang berbeda-beda perihal pengalihan spektrum frekuensi, sebagaimana yang tercantum pada pasal 33 ayat 6 Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).  

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) menyatakan masih mengkaji mengenai UU Ciptaker yang belum lama disahkan DPR RI. Telkomsel belum dapat berkomentar mengenai pengalihan spektrum frekuensi.

“Telkomsel berharap dalam pembahasan secara keseluruhan nantinya juga dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan di industri telekomunikasi di Indonesia,” kata Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin kepada Bisnis, Minggu (11/10/2020).

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah mengatakan bahwa hadirnya UU Ciptaker memberi kepastian mengenai spektrum frekuensi operator pascamerger. Sebaliknya, 3 Indonesia masih menunggu peraturan turunan UU Ciptaker mengenai pengalihan frekuensi.

Danny menegaskan bahwa perseroan terbuka untuk melakukan konsolidasi agar jumlah pemain di industri telekomunikasi makin ramping dan makin sehat.

“Kami percaya bahwa konsolidasi jalan yang paling bagus untuk penyehatan industri telekomunikasi di Indonesai,” kata Danny.

Senada, CTO XL Axiata Tbk. Yessie D. Yosetya mengatakan dunia telekomunikasi Tanah Air akan jauh lebih efisien jika terjadi konsolidasi. Sebab, untuk melayani Sabang sampai Merauke hanya perlu membangun satu pemancar dan tidak perlu tumpang tindih. XL pun menegaskan terbuka untuk konsolidasi.

“Denga dimudahkannya berbagi infrastruktur tentunya akan lebih cepat lagi dalam memberikan layanan di seluruh Indonesia,” kata Yessie.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengatakan bahwa UU Cipta Kerja memberikan dasar hukum dalam rangka mendukung percepatan transformasi digital dan mencegah in-efisiensi pemanfaatan sumber daya terbatas seperti Spektrum frekuensi.

Dia menuturkan infrastruktur yang dibangun oleh masing-masing pelaku Industri selain telah menyebabkan biaya tinggi juga telah berdampak pada pembangunan tata kota.

“Dengan pendekatan infrastruktur sharing bahkan frekuensi sharing maka Industri dapat melakukan efisiensi optimal,” kata Johnny.    

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telekomunikasi cipta kerja
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top