Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asteroid Raksasa Dekati Bumi Hari Ini, Kecepatan 90 Kali Lebih Cepat dari Kereta Peluru Jepang

Asteroid 2020 PM7 atau disebut juga asteroid Apollo, yang artinya sedang menuju orbit Bumi, melaju dengan kecepatan hampir 90 kali dari kereta peluru Jepang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 29 September 2020  |  07:36 WIB
Asteroid 2020 PM7
Asteroid 2020 PM7

Bisnis.com, JAKARTA - Asteroid dengan panjang sekitar 200 meter disebutkan badan Antariksa NASA akan meluncur menuju bumi pada hari ini.

Asteroid 2020 PM7 atau disebut juga asteroid Apollo, yang artinya sedang menuju orbit Bumi, melaju dengan kecepatan hampir 90 kali dari kereta peluru Jepang, tepatnya mencapai 17.895 mph.

Dengan kecepatan delapan kilometer per detik, asteroid itu bisa mengelilingi lingkaran penuh bumi sekitar satu jam.

NASA telah mengonfirmasi bahwa batu luar angkasa itu berjarak 2,8 juta kilometer dari bumi, atau sekitar 7,5 kali jarak antara bumi dan bulan.

Meskipun demikian, jarak itu cukup dekat bagi NASA untuk menganggap batuan luar angkasa sebagai objek dekat bumi (NEO).

Untuk ukuran asteroid tersebut, diperkirakan dua kali lebih tinggi dari patung Liberty di New York dan setinggi Gherkin, yang mencapai 180 m.

Meski kecepatan tinggi dan memiliki ukuran yang cukup besar, tetapi asteroid itu diyakini tidak akan menyentuh bumi. Sehingga dianggap objek luar angkasa yang aman.

Tim astronom NASA saat ini melacak sekitar 2.000 asteroid, komet, dan objek lain yang dapat terbang dekat dengan Bumi.

Dr Paul Chodas, direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi, mengatakan ada sejumlah asteroid berukuran kecil mendekati planet yang berjarak dekat dalam beberapa kali setiap tahun.

Pusat antariksa tersebut saat ini melacak sembilan asteroid yang akan melewati planet bumi pada pekan ini.

"Ada sejumlah besar asteroid kecil seperti ini, dan beberapa di antaranya mendekati planet kita sedekat ini beberapa kali setiap tahun," ujarnya dilansir dari Dailystar.

"Faktanya, asteroid sebesar ini berdampak pada atmosfer kita dengan kecepatan rata-rata sekitar satu atau dua tahun sekali," tambahnya.

"Kemampuan deteksi survei asteroid NASA terus meningkat, dan sekarang kami berharap menemukan asteroid sebesar ini beberapa hari sebelum mereka mendekati planet kita." ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panas bumi asteroid
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top