Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Tak Halangi Sequoia Berinvestasi ke Startup Indonesia

Pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap pertumbuhan perusahaan rintisan di Tanah Air.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  20:42 WIB
Ilustrasi kantor startup - Flickr
Ilustrasi kantor startup - Flickr

Bisnis.com, BANDUNG – Sequoia meyakini bahwa sejumlah perusahaan rintisan di Indoneisa tetap akan berkembang di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan pun berkomitmen untuk terus menyalurkan pendanaan termasuk ke perusahaan rintisan di Indonesia.  

Managing  Director Sequoia Capital, Abheek Anand mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap pertumbuhan perusahaan rintisan di Tanah Air.

Beberapa perusahaan rintisan melihat Covid-19 sebagai momentum yang mendorong kinerja mereka. Sebaliknya, beberapa lainnya justru melihat Covid-19 sebagai momok yang membuat pendapatan perusahaan merosot.  

Meski secara umum pandemi Covid-19 telah membuat arus pertumbuhan perusahaan rintisan tidak menentu, kata Anand, perusahaan tetap akan menyalurkan pendanaan awal dan pendanaan lanjutan bagi perusahaan rintisan. Sequoia berpendapat bahwa investasi yang mereka salurkan bersifat jangka panjang.

“Sequoia India bermitra dengan para pendiri untuk jangka waktu yang lama, melintasi siklus pasar, dan tidak dipengaruhi oleh situasi point-in-time,” kata Anand kepada Bisnis, Jumat (24/7/2020).

Dia menambahkan bahwa keputusan pendanaan yang disalurkan tidak didasarkan pada kondisi Indonesia pada 2020, melainkan pada bagaimana ekosistem akan berkembang pada 2030.

Anand menegaskan bahwa Sequoia India mengevaluasi peluang lebih awal dan bertaruh untuk jangka panjang. Strategi investasi Sequoia tercermin saat perusahaan melakukan investasi awal ke kemitraan dengan Tokopedia dan Gojek masing-masing pada 2014 dan 2015. Saat itu, kedua perusahaan tersebut belum menjadi unikorn seperti saat ini.

Sekedar catatan, pekan lalu Sequoia berhasil menghimpun dana dengan total nilai USD$1,35 miliar (Rp 19,65 triliun) dari Sequoia’s Limited Partners.

Dana tersebut rencananya akan disalurkan ke sejumlah perusahaan rintisan di India dan Asia Tenggara, dalam dua bagian yaitu dana ventura senilai US$525 juta (Rp7,64 triliun) dan dana tahap lanjutan senilai US$825 juta (Rp12,01 triliun).

Managing Director Sequoia Capital Shailendra J. Singh menyebutkan bahwa penggalangan dana ini merupakan tanggung jawab besar untuk memberikan nilai tukar kepada Sequoia’s Limited Partners, yang sebagian besar adalah nirlaba, yayasan, dan komunitas amal.

Dengan dana yang dihimpun, Sequoia India berupaya membantu para founder dalam merekrut atau memasarkan dan membangun produk atau meningkatkan modal.

“Sequoia India melakukan segala upaya terbaik untuk membantu mereka berhasil. Tentu hal ini tidak mudah. Para founder di India dan Asia Tenggara menghadapi lingkungan yang penuh tantangan untuk membangun perusahaan,” tekannya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal ventura StartUp covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top