Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Belanja Voucer Game Meningkat Kala Pandemi Covid-19

Sejumlah perusahaan penyedia jasa penjualan voucer game ketiban berkah oleh meningkatnya aktivitas bermain game dari masyarakat selama pandemi Covid-19.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  09:40 WIB
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kecanduan game digital sebagai penyakit gangguan mental, masuk kedalam daftar
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kecanduan game digital sebagai penyakit gangguan mental, masuk kedalam daftar "Disorders due to addictive behavior" atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA – Meningkatnya tingkat unduh game ponsel (mobile) di saat pandemi Covid-19 berkorelasi dengan kenaikan tren belanja masyarakat terhadap voucer game.

Menurut riset analisis pasar Adjust mengungkapkan jumlah unduhan mobile game meroket hingga 75 persen pada kuartal I/2020 jika dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya.

Digital Business Lead Tokopedia, Jonathan Gilbert Tricahyo pun mengakui bahwa kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mendorong masyarakat untuk membeli voucer game demi menunjang kegiatan bermain lewat gawai.

“Antusiasme masyarakat ini dilihat dari jumlah transaksi harian voucer game yang meningkat lebih dari 30 persen selama periode PSBB dibandingkan periode sebelumnya. Data internal kami juga mengungkapkan bahwa voucer game mobile merupakan produk yang paling populer di kalangan masyarakat selama pandemic Covid-19,” ucapnya kepada Bisnis, Senin (22/6/2020).

Sementara itu, Vice President of Communications DANA Steve Saerang mengamini bahwa game menjadi salah satu sarana hiburan masyarakat selama pandemi COVID-19.

“Hal tersebut terlihat dari peningkatan minat isi ulang voucer game daring di DANA, di mana pada masa awal diberlakukannya kerja dari rumah (Maret 2020 hingga akhir Mei 2020), terjadi kenaikan transaksi pembelian voucer game daring hingga 2 kali lipat,” jelasnya.

Adapun dia menjabarkan bahwa untuk pembelian voucer game mobile yang dilakukan oleh masyarakat, meliputi game Mobile Legends, Free Fire, dan Hago sebagai tiga game teratas dengan transaksi pembelian voucer game daring terpopuler dari pihaknya.

Tak mau kalah, platform dompet digital, Gopay  memiliki strategi tersendiri untuk untuk menyasar pasar game dan mendongkrak pembelian voucer game melalui aplikasinya. Dua di antaranya meluncurkan layanan GoGames sejak September 2019 dan masuk ke Google Play Store lewat GoPay.

SVP Marketing GoPay Timothius Martin mengatakan pihaknya menggaet pengembang game seperti Garena, Tencent, dan Moonton untuk menghadirkan GoPay Arena Championship yang dia klaim sebagai gelaran eSports pertama yang diselenggarakan aplikasi uang digital ini.

Timothius pun menambahkan bahwa transaksi GoPay untuk layanan game online melonjak selama pandemi Covid-19. Sebagai informasi, layanan pembayaran GoPay tersedia di Google Play Store sejak Juli 2019. Transaksinya pun meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam enam bulan.

"Selama Work From Home (WFH) kenaikkannya sangat tinggi," ujarnya.

Adapun mayoritas pemain game yang bertransaksi menggunakan GoPay merupakan mahasiswa hingga pekerja baru (first jobber) dengan rata-rata usian 16—25 tahun. Beberapa game yang ditransaksikan menggunakan GoPay yakni Free Fire, Mobile Legends, dan PUBG.

Timothius optimistis bahwa transaksi produk dan layanan terkait game di Play Store menggunakan GoPay akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Menurutnya, Pasar game daring Tanah Air dinilai sangat potensial, dengan jumlah pemain sekitar 40--50 juta saat ini.

“Saat ini, kami ada jutaan pengguna GoPay (di Play Store) untuk membeli skin, diamond, dan token," katanya, pada Maret lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

game tokopedia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top