Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aksara Arab Pegon, Didaftarkan Jadi Domain Internet

Aksara Pegon merupakan abjad Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa, Madura, dan Sunda.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  12:13 WIB
ilustrasi.  - Antara
ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) akan mendaftarkan nama domain beraksara Pegon ke Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo, mengatakan bahwa latar belakang rencana pendaftaran aksara Pegon ke ICANN sebagai Internationalized Domain Name (IDN) dikarenakan aksara tersebut erat kaitannya dengan Indonesia, yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam.

Adapun, menurut Pandi, aksara Pegon merupakan abjad Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa, Madura, dan Sunda.

Yudho mengatakan, rencananya itu mendapatkan dukungan dari Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Aksara Pegon ini adalah sebuah aksara yg digunakan secara luas di kalangan umat muslim Indonesia, khususnya masih diajarkan dan digunakan di komunitas pesantren," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/6/2020)

Selain mendaftarkannya Pegon sebagai IDN, Pandi juga akan membuat lomba pembuatan situs web berdomain aksara tersebut. Para peserta diminta mengisi sebagian atau seluruh isi kontennya menggunakan aksara Pegon.

Sementara itu, CRO Pandi Mohamad Shidiq Purnama menjelaskan untuk lomba aksara Pegon tersebut akan dimulai pada pekan ketiga Juni.

"Untuk pendaftaran akan dimulai di minggu ketiga (Juni), dan akan ditutup tanggal 21 Agustus 2020. Batas akhir submit website sampai tanggal 20 November, sedangkan pengumuman pemenang akan kita lakukan di 18 Desember mendatang" ujarnya

Rencana untuk mendaftarkan aksara Pegon sebagai nama domain dan berikut lomba membuat website ini mendapat dukungan dari Lesbumi.

Sebelumnya, LESBUMI pernah menerbitkan secara resmi "Saptawikrama" ke dalam 13 aksara dan 5 bahasa daerah termasuk, Jawa, Sunda, Batak, Rejang, Bugis, Kawi, dan Pegon.

"Saptawikrama adalah tujuh strategi kebudayaan yang merupakan pijakan LESBUMI dalam memajukan kebudayaan dan kesenian di Indonesia," terang Ketua Lesbumi Agus Sunyoto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

domain pandi

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top